Krimsus86.com | Tapanuli Selatan – Dugaan tindak penganiayaan terhadap dua siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Nomor 100718 Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terjadi pada Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Dua siswa yang disebut sebagai korban masing-masing berinisial Zoplanus Gulo, siswa kelas II, dan Keysa Gulo, siswi kelas I.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun wartawan Krimsus86.com, peristiwa bermula saat para siswa sedang bermain bersama di lingkungan sekolah. Saat itu, menurut informasi yang diterima, para siswa saling bercanda dan saling dorong tanpa ada pihak yang merasa keberatan.
Namun, seorang guru berinisial Saria Br. Laia diduga mendatangi Zoplanus Gulo dan melakukan pemukulan pada bagian pipi kiri hingga menyebabkan kemerahan. Merasa ketakutan, korban kemudian berlari menuju rumah orang tuanya yang berada tidak jauh dari sekolah untuk menyelamatkan diri.
Menurut keterangan saksi, oknum guru tersebut diduga mengejar korban hingga ke rumahnya. Saat kejadian berlangsung, wartawan Krimsus86.com Sihar Giawa yang sedang berada di rumah mengaku berupaya melerai dan mengamankan korban serta mempertanyakan alasan pengejaran tersebut.
Usai kejadian, wartawan Krimsus86.com mendatangi SDN 100718 Napa untuk melakukan konfirmasi. Namun, menurut wartawan, tidak ada guru lain yang bersedia memberikan keterangan. Sementara itu, guru yang disebut dalam laporan, Saria Br. Laia, mengakui telah memukul kedua siswa tersebut. Ia menyampaikan bahwa dirinya merasa pernah disakiti oleh kedua anak tersebut, namun tidak menjelaskan secara rinci perbuatan yang dimaksud.
Pihak keluarga korban menyatakan keberatan atas dugaan tindakan kekerasan tersebut dan berencana melaporkan kasus ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tapanuli Selatan di Sipirok agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Keluarga korban juga meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan segera melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan terhadap oknum guru yang diduga melakukan intimidasi serta kekerasan terhadap peserta didik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala SDN 100718 Napa maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan terkait dugaan peristiwa tersebut.
(SG/Red)






