DI TENGAH KEMARAU PANJANG, DESA MATINAN BERHASIL GELAR PANEN RAYA PADI

BUOL, KRIMSUS86.COM — Di tengah musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Buol dalam beberapa bulan terakhir, para petani di Desa Matinan, Kecamatan Gadung, berhasil melaksanakan panen raya padi sawah pada Kamis (29/10/2026).

Keberhasilan tersebut menjadi kabar menggembirakan sekaligus bukti kegigihan para petani dalam menjaga produktivitas pertanian, meskipun dihadapkan pada keterbatasan pasokan air irigasi.

Berita Lainnya

Kegiatan panen raya ini merupakan bagian dari program PM-AAS tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Nandu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kecamatan Gadung, Moh. Irwan Usia, S.Sos., Kepala Desa Matinan, Yusran Mb. Said, S.IP., serta Kepala BPP Nandu, Moh. Akbar Majid, S.P.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Kecamatan Gadung, Moh. Irwan Usia, menyampaikan apresiasi kepada para petani Desa Matinan yang tetap bersemangat mengelola lahan persawahan meskipun kondisi cuaca kurang mendukung.

Menurutnya, keterbatasan air irigasi tidak menjadi penghalang bagi petani untuk terus berupaya mempertahankan pertumbuhan tanaman padi hingga memasuki masa panen. Ketersediaan air yang terbatas dimanfaatkan secara optimal agar kebutuhan tanaman tetap terpenuhi.

“Kita semua tahu kemarau berlangsung cukup lama di Buol. Namun, petani Matinan tidak menyerah. Mereka mengatur penggunaan air irigasi yang terbatas. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi petani lain, dan ke depannya Desa Matinan bisa menjadi desa penopang produksi padi di Kabupaten Buol,” ujar Irwan.

Ia berharap keberhasilan panen raya tersebut dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah Kecamatan Gadung, untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Keberhasilan panen raya di Desa Matinan menjadi momentum penting di tengah tantangan sektor pertanian akibat musim kemarau berkepanjangan. Ketika sejumlah daerah menghadapi keterbatasan air dan ancaman gagal panen, hasil panen para petani Matinan memberikan harapan bagi keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Buol.

Upaya petani dalam mengelola air irigasi secara optimal juga menunjukkan pentingnya kerja sama antara petani, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan petugas penyuluh pertanian dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca.

Ke depan, dukungan terhadap pengelolaan irigasi, pendampingan penyuluhan, serta pemanfaatan sumber daya pertanian secara efektif diharapkan terus diperkuat agar produktivitas lahan persawahan tetap terjaga.

Panen raya ini diharapkan menjadi langkah positif bagi Desa Matinan untuk terus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan mendukung peningkatan produksi padi di Kabupaten Buol.

(Syafri Sakula, S.IP.)

Tegas, Lugas, Terpercaya

Pos terkait