DANAU KONGAR MENGERING, PDAM SUNGAI KERUH KRISIS AIR BERSIH, DPRD MUBA KOMISI II SIAP KAWAL SOLUSI MELALUI APBD 2027

MUBA, SUMATERA SELATAN – KRIMSUS86.COM,Krisis air bersih yang melanda masyarakat Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, akibat mengeringnya Danau Kongar sebagai sumber air baku PDAM, mendapat perhatian serius dari DPRD Muba. Anggota Komisi II DPRD Muba bersama Camat Sungai Keruh, Hendri, dan pihak PDAM menggelar diskusi intensif guna mencari solusi konkret atas persoalan yang telah lama dikeluhkan masyarakat.

Langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat terhadap kesulitan warga dalam memperoleh pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini semakin memprihatinkan seiring musim kemarau ekstrem yang menyebabkan sumber air baku utama PDAM di Danau Kongar mengalami kekeringan.

Berita Lainnya

Anggota Komisi II DPRD Muba menegaskan bahwa persoalan krisis air bersih di Kecamatan Sungai Keruh tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Pada hari kemarin, saya bersama Pak Camat Hendri, Camat Sungai Keruh, telah berdiskusi langsung dengan pihak PDAM. Kita mencari solusi bersama agar persoalan ini segera ditangani dan tidak terus membebani masyarakat,” tegasnya, Senin (3 November 2026).

Berdasarkan hasil pembahasan bersama, terdapat dua faktor utama yang menjadi penyebab terganggunya distribusi air bersih kepada masyarakat Kecamatan Sungai Keruh.

Pertama, mengeringnya Danau Kongar.

Musim kemarau ekstrem mengakibatkan Danau Kongar yang selama ini menjadi sumber air baku utama PDAM mengalami kekeringan. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap ketersediaan air bersih yang dapat diproduksi dan disalurkan kepada pelanggan.

Kedua, keterbatasan suplai air dari Sekayu.

Upaya penyaluran air dari Sekayu belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. Jarak jalur pipa yang panjang serta keterbatasan kapasitas pompa menyebabkan distribusi air tidak berjalan maksimal.

Akibatnya, tandon penampungan air di wilayah Rantau Sialang dan Tebing Bulang mengalami kekurangan pasokan. Bahkan, ketika air hendak didistribusikan kepada konsumen, kondisi tandon sudah kosong, sementara suplai dari Sekayu belum tiba.

Dalam upaya mengatasi persoalan tersebut, Komisi II DPRD Muba bersama pihak PDAM membahas sejumlah langkah strategis yang diharapkan mampu menjadi solusi jangka pendek maupun jangka panjang.

1. Pembangunan dan Penambahan Kapasitas Tandon

Pembangunan tandon penampungan air berkapasitas lebih besar atau penambahan tandon baru dinilai penting untuk meningkatkan ketersediaan cadangan air bagi masyarakat Kecamatan Sungai Keruh.

2. Penambahan dan Penggantian Mesin Pompa

Pengadaan mesin pompa baru dengan kapasitas lebih besar diharapkan dapat meningkatkan tekanan serta mempercepat distribusi air dari Sekayu menuju wilayah Rantau Sialang, Tebing Bulang, dan daerah pelayanan lainnya.

3. Revitalisasi dan Pengerukan Danau Kongar

Revitalisasi melalui pengerukan Danau Kongar menjadi salah satu solusi jangka panjang yang diusulkan agar kapasitas tampungan air dapat ditingkatkan serta mendukung ketersediaan sumber air baku, khususnya ketika musim kemarau.

Sebagai mitra kerja PDAM, Komisi II DPRD Muba berencana membahas kebutuhan anggaran untuk penanganan krisis air bersih tersebut dalam pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027.

Pembahasan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 5 November 2026, dengan fokus pada besaran anggaran yang diperlukan untuk merealisasikan berbagai solusi yang telah diusulkan.

“Karena PDAM merupakan mitra Komisi II dan saya anggota Komisi II, pada Kamis, 5 November 2026 nanti akan kita bahas berapa besar anggaran APBD 2027 yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini. Soal ketersediaan dana, itu menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Muba,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat Kecamatan Sungai Keruh untuk bersama-sama mengawal proses pembahasan anggaran tersebut agar rencana penanganan krisis air bersih benar-benar dapat direalisasikan.

Langkah yang dilakukan DPRD Muba Komisi II bersama pemerintah kecamatan dan PDAM mendapat respons positif dari masyarakat. Warga berharap berbagai solusi yang telah dibahas tidak berhenti pada sebatas wacana, melainkan segera diwujudkan melalui program nyata.

Krisis air bersih yang berkepanjangan dinilai telah berdampak terhadap aktivitas rumah tangga, kebutuhan sanitasi, serta kehidupan masyarakat sehari-hari.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dapat memberikan perhatian serius melalui dukungan anggaran dan kebijakan yang tepat sasaran.

Dengan adanya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, dan PDAM, diharapkan persoalan krisis air bersih di Kecamatan Sungai Keruh dapat segera teratasi sehingga kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Masyarakat juga berharap seluruh proses dan rencana penanganan ini senantiasa mendapat kemudahan serta keberkahan dari Allah SWT.

(ENISMIYANA)

KRIMSUS86.COM – TEGAS, LUGAS, TERPERCAYA

Pos terkait