BANGGAI LAUT Krimsus86.com
– Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Dungkean, Kecamatan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut, terus berupaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui program penangkaran kepiting bakau yang didanai dari alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2025.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah terkait prioritas penggunaan Dana Desa, di mana sebesar 20 persen anggaran desa dialokasikan untuk mendukung program ketahanan pangan yang dikelola melalui BUMDes.
Kepala Desa Dungkean menjelaskan bahwa pada tahun 2025, BUMDes Desa Dungkean menjalankan dua program utama ketahanan pangan, yaitu penanaman jagung dan penangkaran kepiting bakau secara tradisional. Dari kedua program tersebut, penangkaran kepiting bakau menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.
“Pada tahap awal, kami menangkarkan sekitar 1.600 ekor kepiting bakau. Alhamdulillah, hingga saat ini perkembangannya berjalan baik dan diperkirakan sudah dapat memasuki masa panen pada bulan depan,” ujar Kepala Desa Dungkean.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan desa, tetapi juga diharapkan mampu menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PAD) yang berkelanjutan serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Potensi ekonomi dari budidaya kepiting bakau dinilai cukup menjanjikan. Bahkan sebelum memasuki masa panen, sejumlah calon pembeli telah menunjukkan minat untuk membeli hasil budidaya tersebut dengan harga yang kompetitif.
Untuk kepiting bakau dengan berat sekitar 0,8 kilogram, harga penawaran berkisar Rp130.000 per ekor. Sementara untuk ukuran 1 kilogram, harga jual dapat mencapai sekitar Rp300.000 per ekor, tergantung kualitas dan kondisi pasar.
Melihat tingginya permintaan pasar, Pemerintah Desa Dungkean bersama pengurus BUMDes berencana mengembangkan usaha penangkaran kepiting bakau dalam skala yang lebih besar apabila program tahap pertama ini berhasil mencapai target yang telah ditetapkan.
Selain memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir, program ini juga menjadi salah satu langkah strategis dalam memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara produktif dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat, penangkaran kepiting bakau diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan pemanfaatan Dana Desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian desa.
(Susanto)






