BANGUN SINERGI DENGAN KEJARI MAKASSAR, FADEL SOFYAN TEGASKAN KOMITMEN ATLANTARA KAWAL TIGA PERSOALAN FUNDAMENTAL PENDIDIKAN

MAKASSAR, KRIMSUS86.COM – Lembaga Pengawasan dan Pemberdayaan (LPP) Atlantara menegaskan komitmennya dalam mengawal berbagai persoalan fundamental pendidikan di Kota Makassar. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi dan komunikasi kelembagaan dengan aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Negeri Makassar.

Komitmen itu ditunjukkan melalui kunjungan silaturahmi Ketua Umum LPP Atlantara, Fadel Sofyan, bersama Direktur Komunikasi dan Informasi Atlantara, Sabar, kepada Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Andi Panca Sakti, di Kantor Kejaksaan Negeri Makassar, Selasa (3 November 2026).

Berita Lainnya

Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun komunikasi, kolaborasi, serta komitmen bersama untuk mengawal dinamika dan berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan pendidikan Kota Makassar.

Bagi Atlantara, pendidikan bukan sekadar persoalan administratif maupun proses transfer ilmu pengetahuan. Pendidikan merupakan fondasi pembentukan karakter, penjaga nilai-nilai kebudayaan, serta penentu arah masa depan peradaban suatu daerah.

Oleh karena itu, berbagai persoalan pendidikan membutuhkan perhatian serius, kepedulian, serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

FADEL SOFYAN: TIGA PERSOALAN FUNDAMENTAL PENDIDIKAN HARUS DIKAWAL

Dalam kesempatan tersebut, Fadel Sofyan menegaskan bahwa LPP Atlantara berkomitmen untuk hadir secara aktif dan konstruktif dalam mengawal serta mendorong penyelesaian berbagai persoalan pendidikan di Kota Makassar.

Menurutnya, terdapat tiga persoalan fundamental yang menjadi perhatian utama Atlantara.

Pertama, penguatan nilai Pangadakkang pada peserta didik.

Penguatan karakter, etika, penghormatan terhadap nilai-nilai budaya, serta pembentukan kepribadian siswa harus menjadi prioritas dalam dunia pendidikan.

Pendidikan diharapkan tidak kehilangan akar nilai dan identitas kebudayaan lokal. Nilai-nilai luhur yang hidup dalam masyarakat perlu terus ditanamkan kepada generasi muda sebagai bagian dari pembentukan karakter dan jati diri.

Kedua, peningkatan kualitas dan kapasitas guru.

Guru merupakan pilar utama dalam membangun kualitas generasi masa depan. Karena itu, peningkatan kompetensi, penguatan kapasitas, perlindungan profesi, serta penghormatan terhadap martabat tenaga pendidik harus menjadi agenda bersama.

Guru harus memperoleh dukungan yang memadai agar mampu menjalankan tugas profesionalnya dengan baik, tanpa mengabaikan hak, tanggung jawab, dan kehormatan profesinya.

Ketiga, perlindungan kepala sekolah dari intervensi dan intimidasi.

Kepala sekolah harus diberikan ruang untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional, objektif, dan berintegritas.

Lingkungan pendidikan harus terbebas dari segala bentuk tekanan maupun intimidasi yang dapat menghambat pelaksanaan tugas kepemimpinan sekolah.

Perlindungan terhadap kepala sekolah dinilai penting untuk menciptakan tata kelola pendidikan yang sehat, independen, transparan, dan bertanggung jawab.

Fadel menegaskan bahwa ketiga persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu institusi. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga pendidik, masyarakat, serta organisasi yang memiliki kepedulian terhadap masa depan pendidikan.

ATLANTARA BUKA RUANG KOLABORASI DAN PENGAWASAN KONSTRUKTIF

Atas dasar komitmen tersebut, Atlantara membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kejaksaan Negeri Makassar.

Sinergi kelembagaan diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya tata kelola pendidikan yang profesional, transparan, berintegritas, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kehadiran Atlantara bukan untuk mengambil alih kewenangan institusi mana pun, melainkan menjadi bagian dari kekuatan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Melalui fungsi pengawasan dan pemberdayaan, Atlantara berupaya memberikan masukan, membangun komunikasi, serta mendorong penyelesaian persoalan secara konstruktif dan bertanggung jawab.

APPI – APPA TUJUI: FILOSOFI SALING BERDAYA, SALING PEDULI, DAN SALING MENJAGA

Dalam pertemuan tersebut, Fadel Sofyan juga memperkenalkan gagasan APPI (Appa Tujui) sebagai filosofi kehidupan yang menjadi semangat gerakan pendidikan Atlantara.

APPI mengandung nilai-nilai saling berdaya, saling peduli, saling menjaga, dan saling mendukung dalam setiap kebaikan.

Filosofi ini menempatkan kepedulian, kebersamaan, serta tanggung jawab sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

Dalam konteks pendidikan, APPI menjadi ajakan bagi seluruh elemen untuk kembali memperkuat semangat kebersamaan.

Guru harus didukung, kepala sekolah harus dijaga martabatnya, siswa harus dibina karakternya, dan seluruh pemangku kepentingan harus saling menguatkan.

Pendidikan bukanlah arena untuk saling melemahkan, melainkan ruang untuk membangun, menumbuhkan harapan, serta menciptakan masa depan yang lebih baik.

PENDIDIKAN MAMPU MENGGERAKKAN KOTA

Dalam pandangan Fadel Sofyan, pendidikan memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada sekadar mencetak lulusan atau memenuhi target akademik.

Pendidikan mampu membangun kesadaran masyarakat, membentuk karakter generasi, menciptakan perubahan sosial, serta menggerakkan kemajuan sebuah kota.

“Pendidikan mampu menggerakkan kota. Ketika pendidikan dibangun dengan nilai, integritas, kepedulian, dan keberanian, maka sesungguhnya kita sedang membangun fondasi peradaban Kota Makassar,” menjadi semangat yang ingin diperjuangkan melalui gerakan Atlantara.

Atlan­tara meyakini bahwa menjaga pendidikan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah maupun tenaga pendidik. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan generasi Makassar tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang sehat, bermartabat, dan berintegritas.

Ketika karakter siswa diperkuat, martabat guru dihormati, serta kepemimpinan sekolah dilindungi, maka sesungguhnya masyarakat sedang menjaga harga diri dan masa depan Kota Makassar.

Melalui sinergi bersama Kejaksaan Negeri Makassar, LPP Atlantara berharap terbangun komunikasi dan kolaborasi yang semakin kuat dalam mengawal dunia pendidikan, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang profesional, aman, dan berkeadilan.

APPI – APPA TUJUI

Saling Berdaya, Saling Peduli, Saling Menjaga, dan Saling Mendukung dalam Kebaikan.

PENDIDIKAN BUKAN SEKADAR URUSAN SEKOLAH. PENDIDIKAN ADALAH URUSAN PERADABAN KOTA MAKASSAR.

(Robby Rambi)

Pos terkait