SINTANG, KALBAR | Krimsus86.com — Akses jalan darat yang menghubungkan tujuh desa di Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mengalami kerusakan parah dan terancam terputus total.
Ruas jalan yang membentang dari Simpang Tonak Goneh menuju Desa Tapang Menua tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat yang berada di Desa Empakan, Tanjung Lalau, Lintang Tambuk, Tanah Merah, Merah Arai, Nanga Masau hingga Tapang Menua.
Kerusakan jalan disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun akibat minimnya pemeliharaan. Sejumlah titik badan jalan kini bahkan telah ditumbuhi semak belukar dan pepohonan sehingga menyulitkan masyarakat untuk melintas.
Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Kayan Hulu. Wakil Ketua DAD Kayan Hulu, Sangan, mendesak Pemerintah Kabupaten Sintang melalui instansi terkait agar segera turun ke lapangan dan mengambil langkah konkret.
“Titik ruas jalan dari Simpang Tonak Goneh sampai ke Desa Tapang Menua rusak sangat berat. Karena tidak pernah ada pemeliharaan, akses jalan banyak yang sudah beralih fungsi menjadi hutan,” tegas Sangan saat memberikan keterangan di Sintang, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, persoalan tidak hanya terjadi pada badan jalan. Sejumlah infrastruktur penunjang di sepanjang jalur tersebut juga mengalami kerusakan berat.
Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah Jembatan Sungai Kumal sepanjang sekitar 35 meter yang berada di perbatasan Desa Lintang Tambuk dan Desa Tanah Merah. Jembatan tersebut dilaporkan telah ambruk total sehingga mengakibatkan akses transportasi masyarakat di wilayah tersebut terganggu.
“Jembatan Sungai Kumal saat ini putus total. Akibatnya, arus transportasi dan mobilitas warga di perbatasan kedua desa lumpuh sepenuhnya,” ujar Sangan.
Kondisi tersebut semakin menyulitkan masyarakat, khususnya ketika memasuki musim kemarau. Jalur sungai yang selama ini menjadi salah satu alternatif transportasi tidak dapat digunakan secara optimal akibat debit air yang menurun.
Akibatnya, distribusi hasil pertanian dan perkebunan masyarakat menuju pusat Kecamatan Kayan Hulu menjadi terhambat. Kondisi ini dikhawatirkan turut berdampak terhadap perekonomian masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan perkebunan.
DAD Kecamatan Kayan Hulu berharap Pemerintah Kabupaten Sintang segera melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi ruas jalan dan jembatan tersebut.
“Masyarakat sangat berharap ada langkah konkret dan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sintang. Kami mendesak ruas jalan ini segera direhabilitasi agar roda perekonomian dan mobilisasi hasil bumi warga menuju kota kecamatan kembali lancar,” pungkas Sangan.
DAD Kayan Hulu menilai penanganan terhadap akses tersebut perlu menjadi perhatian serius mengingat jalur tersebut merupakan salah satu urat nadi transportasi masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Kayan Hulu.
Masyarakat berharap pemerintah dapat segera melakukan pemetaan titik-titik kerusakan, menentukan skala prioritas penanganan, serta merealisasikan perbaikan infrastruktur agar akses transportasi dan aktivitas ekonomi warga kembali normal.
(Alex//red)






