WONOSOBO, Krimsus86.com — Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar Deklarasi Pilkades Damai pada Kamis, 5 November 2026, bertempat di Gedung Sasana Adipura Wonosobo. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 475 calon kepala desa (Cakades) dari 166 desa yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Deklarasi ini menjadi momentum penting dalam mewujudkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang aman, damai, demokratis, serta menjunjung tinggi integritas dan supremasi hukum.
Dalam sambutannya, Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat, S.Ag., menyampaikan bahwa Pilkades merupakan pesta demokrasi di tingkat desa yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Bupati menegaskan bahwa seluruh calon kepala desa yang telah ditetapkan harus mengedepankan integritas, menjunjung tinggi nilai demokrasi, serta mengutamakan adu gagasan demi kemajuan desa masing-masing.
Menurutnya, kompetisi dalam Pilkades harus menjadi sarana untuk menunjukkan visi, misi, serta kemampuan calon dalam membangun desa, bukan menjadi ajang perselisihan yang dapat memecah belah masyarakat.
Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H., dalam penyampaiannya menegaskan bahwa deklarasi damai merupakan bentuk komitmen bersama untuk menciptakan Pilkades yang jujur, aman, tertib, dan kondusif.
Polres Wonosobo melaksanakan Operasi Aman Desa 2026 mulai 20 Oktober hingga 15 Desember 2026. Dalam operasi tersebut, sebanyak 1.944 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan Pilkades serentak.
Adapun personel pengamanan terdiri dari:
– Polri sebanyak 616 personel.
– TNI sebanyak 332 personel.
– Linmas sebanyak 996 personel.
Kapolres mengimbau seluruh calon kepala desa, tim sukses, serta para pendukung agar senantiasa menjaga suasana yang santun, harmonis, dan kondusif di masing-masing desa.
Ia juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran terhadap ketentuan dan kesepakatan yang telah ditetapkan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.
“Marilah kita bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Seluruh calon, tim sukses, maupun pendukung harus menjaga ketertiban serta menghormati aturan yang berlaku,” tegas Kapolres.
Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos., turut menyampaikan pesan wawasan kebangsaan kepada seluruh calon kepala desa.
Ia mengingatkan agar seluruh calon dan tim sukses mengutamakan kepentingan masyarakat serta kemajuan desa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Menurutnya, kedewasaan dalam berkompetisi merupakan salah satu kunci terciptanya Pilkades yang bermartabat.
Dandim juga mengingatkan agar para calon tidak menyebarkan berita bohong (hoaks), tidak melakukan serangan pribadi terhadap calon lain maupun pendukungnya, serta lebih mengedepankan adu gagasan, visi, dan misi untuk pembangunan desa ke depan.
“Utamakan kepentingan umum dan kemajuan desa. Tunjukkan kedewasaan dalam berkompetisi. Jangan menyebarkan hoaks maupun menyerang pribadi calon lain. Pilkades harus dilaksanakan sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku,” pesannya.
Sementara itu, perwakilan Kejaksaan Negeri Wonosobo, Priya Agung Jatmiko, dalam sambutannya mengingatkan seluruh calon kepala desa, tim sukses, serta pendukung agar mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan desa, membangun kerukunan antarcalon, serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Kejaksaan juga mengingatkan bahwa penyebaran hoaks, serangan terhadap individu, serta pelanggaran hukum lainnya dapat menimbulkan konsekuensi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, seluruh pihak harus memiliki kesadaran hukum dan tidak menganggap remeh aturan dalam pelaksanaan Pilkades.
Wakil Ketua DPRD Wonosobo, Mugi Sugeng, S.E., M.H., menyampaikan bahwa deklarasi damai yang diikuti 475 calon kepala desa dari 166 desa merupakan komitmen bersama dalam mewujudkan demokrasi desa yang sehat dan bermartabat.
Ia menuturkan bahwa seluruh calon telah menyatakan komitmen melalui penandatanganan deklarasi untuk menciptakan suasana aman, rukun, dan kondusif selama tahapan Pilkades berlangsung.
Mugi Sugeng juga mengingatkan bahwa terciptanya Pilkades damai sangat bergantung pada sikap para calon, tim sukses, dan pendukung masing-masing.
Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak melanggar aturan, tidak menyebarkan berita bohong, serta tidak melakukan serangan pribadi terhadap calon lain.
“Yang paling penting adalah adu gagasan untuk kemajuan desa masing-masing. Mari kita berjalan dengan santun, menjaga kerukunan, dan bersama-sama menciptakan Pilkades yang aman serta kondusif,” ujarnya.
Pelaksanaan Deklarasi Pilkades Damai Kabupaten Wonosobo Tahun 2026 menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan DPRD dalam mengawal proses demokrasi di tingkat desa.
Melalui deklarasi tersebut, seluruh calon kepala desa diharapkan mampu menjaga persatuan, mengedepankan etika politik, serta menghormati hasil pemilihan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pilkades serentak di Kabupaten Wonosobo diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin desa yang berkualitas, tetapi juga memperkuat persatuan masyarakat serta mendorong pembangunan desa yang lebih maju.
Eyang74 – Krimsus86.com
Tegas, Lugas, Terpercaya.






