ASAHAN, KRIMSUS86.COM – Kepolisian Resor (Polres) Asahan tengah menyelidiki kasus kematian seorang perempuan berinisial W.H. yang meninggal dunia di RSU Bunda Mulia, Kisaran, pada Senin (12/10/2026) dini hari. Untuk memastikan penyebab kematian korban, sampel darah telah dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Penanganan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat yang diterima melalui layanan Call Center 110 pada pukul 04.55 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, personel piket Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Satuan Reserse Narkoba, dan Pamapta Polres Asahan tiba di lokasi sekitar pukul 05.00 WIB untuk melakukan penanganan awal.
Kronologi Awal Kejadian
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, sebelum kejadian, korban diketahui berada di salah satu tempat hiburan malam (THM). Korban kemudian berpindah ke lokasi lain yang diduga beroperasi sebagai tempat hiburan malam dengan kedok salon kecantikan bernama Neta, yang berlokasi di kawasan Ruko Graha Terminal Madya.
Korban datang bersama seorang rekannya berinisial T. Sesampainya di lokasi, korban masuk ke toilet dan tidak kunjung keluar.
Rekan korban kemudian mendapati W.H. dalam keadaan tergeletak. Korban selanjutnya dibawa oleh saksi berinisial T dan I.A. ke RSU Bunda Mulia, Kisaran, untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Autopsi
Untuk mendalami peristiwa tersebut, personel Polres Asahan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di dua lokasi tempat hiburan malam pada pukul 08.30 WIB.
Selanjutnya, sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi untuk menjalani autopsi. Proses autopsi berlangsung pada pukul 13.00 hingga 16.30 WIB.
Sebagai bagian dari upaya mengungkap penyebab kematian korban secara objektif, penyidik juga mengirimkan sampel darah korban ke Laboratorium Forensik Polda Sumatera Utara untuk pemeriksaan ilmiah.
Hingga saat ini, penyebab pasti kematian W.H. masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik serta pendalaman terhadap fakta-fakta yang ditemukan selama proses penyelidikan.
Kapolres Tegaskan Penyelidikan Berbasis Fakta Ilmiah
Kapolres Asahan, AKBP Adi Dharma Pramudhita, S.H., S.I.K., M.Sc.IT., menegaskan bahwa pihaknya menangani kasus tersebut secara cermat dan profesional.
Penyelidikan dilakukan dengan mengedepankan fakta di lapangan, hasil pemeriksaan, serta bukti ilmiah guna memperoleh kejelasan mengenai penyebab kematian korban.
Polres Asahan juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait penyebab kematian korban maupun dugaan keterlibatan pihak tertentu.
Masyarakat diharapkan memberikan kesempatan kepada penyidik untuk menuntaskan proses penyelidikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Menunggu Hasil Pemeriksaan Laboratorium
Hasil pemeriksaan sampel darah di Labfor Polda Sumatera Utara menjadi salah satu bagian penting dalam proses pendalaman kasus ini. Hasil tersebut diharapkan dapat membantu penyidik memperoleh petunjuk ilmiah terkait peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Polres Asahan masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta secara menyeluruh. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus akan menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Pewarta: Agustua Panggabean
Editor: Redaksi KRIMSUS86.COM






