SEKAYU — KRIMSUS86.COM — Dunia pendidikan terus mengalami perubahan seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Perubahan pola peserta didik dalam memperoleh informasi, berkomunikasi, dan belajar menuntut para guru untuk terus meningkatkan kompetensi serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Pesan tersebut mengemuka dalam Workshop Guru se-Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2026 bertema “Guru Adaptif, Pembelajaran Kreatif; Menjawab Tantangan Pendidikan di Era Digital” yang digelar Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Opproom Pemkab Muba, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 850 guru SD dan SMP se-Kabupaten Musi Banyuasin dan dibuka langsung oleh Bupati Musi Banyuasin, H. M. Toha Tohet, S.H.
Dalam sambutannya, Toha menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap dunia pendidikan. Kondisi tersebut, menurutnya, harus diikuti dengan peningkatan kapasitas dan kemampuan para pendidik.
“Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Cara peserta didik memperoleh informasi, berkomunikasi dan belajar sudah mengalami perubahan yang sangat cepat. Karena itu, guru juga harus terus beradaptasi,” ujar Toha.
Menurutnya, guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran. Pendidik juga dituntut mampu menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif, inovatif, menyenangkan, serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Toha berharap workshop tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah.
“Saya berharap workshop ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing. Apa yang diperoleh hari ini hendaknya juga dibagikan kepada rekan-rekan guru lainnya,” katanya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme sekitar 850 guru yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga pendidik merupakan bagian penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Musi Banyuasin.
Meski teknologi semakin dominan dalam kehidupan peserta didik, Toha mengingatkan agar perkembangan digital tidak menghilangkan fondasi utama pendidikan, yakni pembentukan karakter.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus tetap diimbangi dengan penanaman karakter, etika, moral, serta nilai-nilai budaya bangsa kepada peserta didik.
Guru Dituntut Terus Belajar
Plt. Kepala SD Negeri Talang Layan, Sri Herlina, S.Pd., turut menyampaikan pentingnya kesiapan guru menghadapi perubahan di era digital.
Menurut Sri Herlina, perkembangan teknologi menempatkan guru pada tantangan baru yang membutuhkan kemauan untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan beradaptasi.
“Guru harus adaptif di era digital. Peningkatan sumber daya manusia, khususnya bagi guru SD dan SMP, sangat penting agar proses pembelajaran dapat mengikuti perkembangan zaman dan tetap memberikan manfaat bagi peserta didik,” ujarnya.
Ia menilai workshop tersebut menjadi momentum penting bagi para guru untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, serta memahami perkembangan dunia pendidikan yang semakin erat kaitannya dengan teknologi.
Sri Herlina berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama workshop tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing.
“Semoga pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat diterapkan dan dibagikan kepada guru lainnya. Dengan begitu, peningkatan kompetensi tidak hanya dirasakan oleh peserta workshop, tetapi juga berdampak pada kualitas pembelajaran di sekolah,” katanya.
Guru Juga Dibekali Pemahaman Hukum
Selain membahas adaptasi teknologi dan kreativitas pembelajaran, workshop tersebut juga memberikan pembekalan mengenai perlindungan hukum bagi guru dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Materi kegiatan menghadirkan Widyaprada Ahli Utama Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Nuril Furkan, M.Pd., M.H., M.I.Kom.
Sementara materi mengenai perlindungan hukum bagi guru disampaikan Kasat Binmas Polres Muba AKP Ade Nurdin, S.H., serta Jaksa Fungsional Bidang Intelijen Kejari Muba Ary Anugrah Permana, S.H.
Bupati Toha mengatakan, pemahaman terhadap aspek hukum menjadi hal penting bagi guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya.
“Guru dalam menjalankan tugasnya tentu menghadapi berbagai situasi dan tantangan. Dengan memahami aspek hukum, diharapkan guru dapat melaksanakan tugas secara profesional, tetap mengedepankan pendekatan edukatif, serta memahami batasan dan ketentuan yang berlaku,” jelasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Setda Muba H. Ardiansyah, S.E., M.M., Ph.D., CMA; Plt. Kepala Dinas Kominfo Muba Daud Amri, S.H.; Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Universitas MDP Narisma Ayu; Kaprodi Sistem Informasi Universitas MDP Palembang Ahmad Farisi; Ketua PGRI Muba Muri, jajaran Korwil Disdikbud Muba, para kepala sekolah, serta guru SD dan SMP se-Kabupaten Musi Banyuasin.
Melalui workshop tersebut, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.
Guru dituntut mampu bergerak mengikuti perkembangan zaman dan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran. Namun, kemajuan digital tetap harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter, etika, budaya, dan kepentingan terbaik bagi peserta didik.
(Enis//Red)






