JAKARTA | KRIMSUS86.COM Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama sejumlah pemerintah daerah kabupaten/kota memperkuat sinergi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melalui kunjungan kerja dan audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI di Kantor Kemenkes RI, Jakarta.
Delegasi Sulawesi Tengah dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah. Dalam pertemuan tersebut turut hadir Bupati Buol, Bupati Poso, Bupati Sigi, Bupati Morowali Utara, serta Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Wakil Bupati Tojo Una-Una dan Wakil Bupati Morowali.
Audiensi membahas sejumlah agenda strategis sektor kesehatan, mulai dari percepatan pembangunan dan revitalisasi infrastruktur kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) medis, hingga penguatan pelayanan kesehatan masyarakat di daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Kemenkes RI menyampaikan komitmen pemerintah pusat dalam menjalankan program prioritas nasional di bidang kesehatan, termasuk revitalisasi fasilitas pelayanan kesehatan. Pemerintah pusat disebut mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 triliun hingga Rp50 triliun per tahun untuk pembangunan baru maupun renovasi fasilitas rumah sakit umum daerah (RSUD) dan puskesmas di berbagai daerah.
Khusus Kabupaten Buol, Kemenkes RI mengupayakan dukungan anggaran APBN sekitar Rp140 miliar hingga Rp150 miliar untuk kurun waktu Tahun Anggaran 2027–2029. Anggaran tersebut diarahkan untuk pembangunan baru atau renovasi total RSUD Mokoyurli di atas lahan kosong, dengan tujuan meningkatkan kualitas serta kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Selain pembangunan infrastruktur, peningkatan kompetensi SDM medis menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan. Pada 2026, dokter umum asal Kabupaten Buol telah diberangkatkan untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Program tersebut mendapatkan dukungan pembiayaan dan fasilitasi dari pemerintah melalui Kemenkes RI sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dokter spesialis di daerah.
PENANGANAN TBC JADI PERHATIAN
Audiensi juga membahas percepatan penanganan Tuberculosis (TBC) di Kabupaten Buol.
Pada Triwulan III Tahun 2026, Kemenkes RI memberikan dukungan intervensi kepada Kabupaten Buol, antara lain berupa alat X-Ray Portable untuk RSUD Mokoyurli dan puskesmas, penyediaan tenaga teknis radiografer, dukungan biaya operasional dan insentif kader penanganan TBC, serta sarana dan prasarana pendukung kegiatan di lapangan.
Berdasarkan data penanganan TBC Kabupaten Buol yang disampaikan dalam audiensi, tercatat sebanyak 201 kasus TBC. Dari jumlah tersebut, 191 orang menjalani pengobatan sesuai standar, sedangkan 10 orang masih dalam status pengobatan yang belum sesuai standar dan terus dilakukan upaya percepatan penanganannya.
Pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan dan kader diharapkan terus memperkuat pemantauan pengobatan, pendampingan pasien, serta upaya menemukan dan menangani kasus secara lebih cepat.
BUOL MASUK TIGA BESAR CAPAIAN CKG
Dalam kesempatan yang sama, Kabupaten Buol juga mencatat capaian positif dengan masuk dalam tiga besar tertinggi se-Sulawesi Tengah dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Program tersebut antara lain diarahkan untuk mendeteksi lebih dini penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes melitus.
Kemenkes RI menekankan bahwa pelaksanaan CKG tidak berhenti pada tahap pemeriksaan. Setiap fasilitas pelayanan kesehatan diharapkan memastikan adanya tindak lanjut, termasuk pengobatan dan pemantauan kondisi pasien.
Ketersediaan obat-obatan juga menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kesehatan berjalan berkelanjutan.
STUNTING BUTUH KOLABORASI LINTAS SEKTOR
Persoalan stunting turut menjadi salah satu agenda pembahasan. Kemenkes RI menekankan bahwa penurunan angka stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan tidak dapat ditangani oleh satu instansi secara parsial.
Kolaborasi tersebut mencakup Dinas Kesehatan, BKKBN/DP2KB, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Badan Pusat Statistik, Tim Penggerak PKK, serta pemangku kepentingan lainnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Buol menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor kesehatan di daerah.
“Terima kasih Pak Wamenkes. Alhamdulillah, Kabupaten Buol telah memiliki bangunan Labkesmas Tier 2 yang dibangun melalui anggaran Tahun 2025. Namun, saat ini kondisinya masih berupa bangunan kosong. Kami sangat mengharapkan bantuan lanjutan dari pemerintah pusat untuk pemenuhan peralatan medis, SDM ahli, serta alokasi operasionalnya,” ungkap perwakilan Pemkab Buol.
Menutup audiensi, Kemenkes RI mendorong pemerintah daerah di Sulawesi Tengah untuk terus mengembangkan inovasi program kesehatan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Pemerintah daerah diharapkan aktif menghadirkan terobosan dalam menyukseskan CKG, mempercepat penanganan TBC, menekan angka stunting, meningkatkan kualitas SDM kesehatan, serta memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Reporter: Syafri Sakula, S.I.P.
KRIMSUS86.COM | TEGAS LUGAS TERPERCAYA






