KENDARI — KRIMSUS86.COM — Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite masih terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (24/9/2026).
Kondisi tersebut membuat sejumlah warga harus mengantre dalam waktu cukup lama untuk mendapatkan BBM. Di tengah situasi tersebut, muncul pula keluhan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan distribusi dan penyaluran BBM bersubsidi yang dinilai perlu mendapat perhatian dari pihak terkait.
Dalam peninjauan lapangan, tim DPRD Kota Kendari disebut menemukan adanya penggunaan kode QR untuk pembelian BBM bersubsidi yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan. Temuan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan verifikasi oleh pihak berwenang untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran dalam mekanisme pembelian maupun distribusi BBM bersubsidi.
Ombudsman Sulawesi Tenggara turut menyoroti kondisi antrean tersebut dan mendorong agar pengawasan terhadap distribusi BBM diperketat. Pengawasan diperlukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran serta dapat diakses masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat berharap persoalan antrean BBM di sejumlah SPBU Kota Kendari segera mendapatkan solusi. Selain memastikan ketersediaan pasokan, transparansi dalam pengelolaan dan distribusi BBM juga dinilai penting guna mencegah potensi penyalahgunaan.
Pihak Pertamina diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab terjadinya antrean panjang, kondisi pasokan di lapangan, serta langkah-langkah yang dilakukan untuk memperbaiki distribusi BBM kepada masyarakat.
Hingga berita ini disusun, dugaan penyalahgunaan kode QR maupun dugaan penimbunan BBM tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Risal Sultra
Bertugas di Kabupaten Tojo Una-Una (Ampana)
Dok./Istimewa
Kendaraan berbaris panjang mengantre BBM di salah satu SPBU di Kota Kendari.
Peliput/Penulis: Risal A.d






