BUKA LATANSA PKS KABUPATEN TANGERANG, PRESIDEN PKS TEKANKAN LIMA S: SIAGA, SURVIVAL, SOLUTIF, SOSIAL, DAN SOLIHAH

KABUPATEN TANGERANG, KRIMSUS86.COM — Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Al Muzzammil Yusuf secara resmi membuka kegiatan Latihan Perempuan Siaga (Latansa) PKS Kabupaten Tangerang di Bumi Perkemahan Kitri Bakti, Sabtu (13/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.000 anggota perempuan PKS dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang. Al Muzzammil Yusuf bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus memberikan amanat kepada para peserta.

Berita Lainnya

Dalam amanatnya, Al Muzzammil mengapresiasi DPD PKS Kabupaten Tangerang yang mampu menyelenggarakan kegiatan pembinaan dan kesiapsiagaan dengan melibatkan ribuan peserta.

“Untuk tahun ini, ini kali pertama saya membuka Latansa di seluruh Indonesia. Di sini tempat pertamanya,” ujar Al Muzzammil.

Menurutnya, Latansa tidak semata-mata merupakan kegiatan pelatihan, tetapi menjadi bagian dari proses kaderisasi untuk membentuk perempuan PKS yang memiliki kesiapan menghadapi berbagai kondisi, termasuk situasi sulit, bencana, maupun keadaan darurat.

Lima S Menjadi Bekal Peserta

Dalam arahannya, Al Muzzammil menyampaikan lima prinsip yang menjadi bekal utama peserta Latansa, yakni Siaga, Survival, Solutif, Sosial, dan Solihah.

Pertama, Siaga. Kader diharapkan selalu memiliki kesiapan menghadapi kondisi normal maupun situasi krisis dan bencana.

“Hope for the best, prepare for the worst — berharap yang terbaik dari Allah, tetapi siap untuk apa pun yang Allah tampilkan,” tegasnya.

Kedua, Survival, yakni kemampuan bertahan dalam kondisi sulit. Menurutnya, kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keterampilan fisik, tetapi juga ketenangan dan kemampuan menggunakan akal untuk mencari jalan keluar.

Ketiga, Solutif. Para peserta didorong untuk berpikir kreatif dalam menghadapi berbagai keterbatasan dan mampu menemukan solusi atas persoalan yang dihadapi.

Keempat, Sosial. Kader PKS diharapkan memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan kesiapan memberikan bantuan ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat sesuai kapasitas masing-masing.

Kelima, Solihah. Seluruh kemampuan tersebut, kata Al Muzzammil, harus bermuara pada terbentuknya perempuan yang memiliki kekuatan spiritual, kemampuan berpikir, kesehatan jasmani, serta kepedulian untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Lima S tadi: siaga, survival, solutif, sosial, dan solihah,” ujarnya.

Kaderisasi untuk Pengabdian

Al Muzzammil juga menekankan pentingnya menjaga tiga aspek dalam pembinaan kader, yaitu ruhiyah, fikriyah, dan jasadiyah.

Ruhiyah menjadi fondasi spiritual, fikriyah menjadi landasan pengembangan kemampuan berpikir, sedangkan jasadiyah yang sehat menjadi modal untuk menjalankan aktivitas pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya kekuatan kebersamaan dalam organisasi. Menurutnya, individu yang kuat apabila dipadukan dengan organisasi yang solid dan kader yang memiliki semangat kerja akan menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Presiden PKS tersebut menegaskan bahwa kaderisasi tidak boleh hanya diarahkan untuk menghadapi momentum politik atau pemilu. Kaderisasi harus mampu melahirkan kader yang siap hadir dan membantu masyarakat dalam berbagai persoalan.

Ia mencontohkan keterlibatan kader PKS dalam kegiatan kemanusiaan dan penanganan bencana sebagai bentuk nyata kepedulian sosial.

Menutup amanatnya, Al Muzzammil mengajak seluruh peserta menjadikan Latansa sebagai sarana memperkuat kualitas diri sekaligus meningkatkan kontribusi kepada masyarakat.

“Semoga Latansa ini menjadi bagian dari kaderisasi yang melahirkan perempuan-perempuan PKS yang siaga, mampu bertahan, solutif, peduli sosial, dan menjadi perempuan solihah yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

(Jumroni//Red)

Pos terkait