TNI Buktikan Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan, Danrem 043/Gatam Hadiri Panen Raya Nasional Bersama Presiden RI

Lampung Tengah | Krimsus86.com

Komandan Korem 043/Garuda Hitam (Gatam), Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menghadiri Panen Raya TNI Tahun 2026 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dan terhubung secara virtual bersama Presiden Republik Indonesia, di Kampung Rejo Basuki 7, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (17/7/2026).

Berita Lainnya

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada para petani, sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan nasional.

Panen raya dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia dari Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan diikuti secara virtual dari 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini mengintegrasikan panen tiga komoditas strategis, yakni padi yang didampingi TNI Angkatan Darat, kedelai oleh TNI Angkatan Laut, serta tebu oleh TNI Angkatan Udara.

Di Provinsi Lampung, kegiatan turut dihadiri Gubernur Lampung, Pangdam XXI/Radin Inten, Kapolda Lampung, Plt. Bupati Lampung Tengah, Danbrig 4 Marinir/BS, Dandim 0411/KM, Kapolres Lampung Tengah, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta pimpinan instansi vertikal.

Rangkaian acara diawali dengan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat, dilanjutkan foto bersama, mengikuti Panen Raya Nasional secara virtual bersama Presiden RI, dan ditutup dengan panen padi menggunakan mesin Combine Harvester.

Dalam arahannya, Presiden Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian sehingga mampu mendorong terwujudnya swasembada pangan nasional.

Presiden juga menegaskan bahwa TNI dan Polri tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan, tetapi juga berperan aktif membantu menyelesaikan berbagai persoalan strategis bangsa, termasuk menjaga ketahanan pangan. Pemerintah, lanjut Presiden, berkomitmen menerapkan zero tolerance terhadap korupsi, penyelundupan, dan berbagai praktik ilegal, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis sumber daya alam. Setelah swasembada pangan tercapai, pemerintah akan mempercepat pencapaian swasembada energi dan air sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam laporannya menyampaikan bahwa pendampingan terpadu yang dilakukan TNI telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi pangan nasional. TNI AD mendampingi panen padi seluas 6,26 juta hektare dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras atau 55,24 persen dari target nasional. TNI AL mendampingi lahan kedelai seluas 2.432 hektare dengan produksi 3.676 ton, sedangkan TNI AU mendampingi lahan tebu seluas 236.048 hektare dengan potensi produksi mencapai 1,36 juta ton gula.

Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan bahwa Panen Raya TNI Tahun 2026 merupakan bukti nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat, khususnya dalam mendampingi petani mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga masa panen.

“TNI akan terus mendukung program ketahanan pangan nasional sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat. Keberhasilan swasembada pangan hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat,” tegas Brigjen TNI Sumarlin Marzuki.

Panen Raya TNI Tahun 2026 menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mempercepat terwujudnya Indonesia yang mandiri, maju, dan sejahtera.

(#K@-6//red)

Pos terkait