HALMAHERA SELATAN | Krimsus86.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Khairun Ternate menggelar pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kafe Norways, Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Senin (14/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola administrasi keuangan secara tertib, sistematis, dan profesional.
Melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM dibekali pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan yang baik agar mampu mengetahui kondisi usaha secara akurat, mengevaluasi perkembangan bisnis, serta memiliki dasar yang kuat dalam mengambil keputusan usaha.
Hadir sebagai narasumber tiga akademisi FEB Universitas Khairun, yakni Ruliyanto Syahrain, Dr. M. Thahrim Imam, dan Irfandi Buamomabot. Ketiganya menyampaikan materi mengenai teknik pencatatan transaksi, penyusunan laporan laba rugi sederhana, pengelolaan arus kas, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pembukuan usaha.
Dalam penyampaiannya, Ruliyanto Syahrain menegaskan bahwa keberhasilan suatu usaha tidak hanya ditentukan oleh tingginya penjualan, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara baik dan terukur.
Ia mengimbau para pelaku UMKM untuk membiasakan diri memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha agar perkembangan bisnis dapat dipantau secara jelas.
“Pembukuan yang sederhana sekalipun akan memberikan manfaat besar bagi pelaku UMKM. Selain memudahkan dalam mengukur keuntungan dan kerugian, laporan keuangan juga menjadi salah satu syarat penting ketika mengajukan pembiayaan kepada lembaga perbankan maupun lembaga keuangan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. M. Thahrim Imam menjelaskan bahwa penyusunan laporan keuangan tidak harus rumit. Menurutnya, yang terpenting adalah konsistensi dalam mencatat setiap transaksi sehingga pelaku usaha dapat melakukan evaluasi usaha secara berkala dan mengambil langkah perbaikan apabila diperlukan.
Di sisi lain, Irfandi Buamomabot mendorong peserta untuk mulai memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan berbasis digital. Menurutnya, penggunaan teknologi akan membantu proses administrasi menjadi lebih cepat, efisien, serta meminimalkan kesalahan dalam pencatatan transaksi.
Pelatihan berlangsung secara interaktif. Selain menerima materi, peserta juga mengikuti sesi praktik penyusunan laporan keuangan sederhana berdasarkan contoh transaksi yang umum terjadi dalam aktivitas usaha sehari-hari. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab dan diskusi.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM FEB Universitas Khairun berharap para pelaku UMKM di Kabupaten Halmahera Selatan semakin memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang tertib dan profesional. Peningkatan literasi keuangan diharapkan dapat memperkuat daya saing UMKM, memperluas akses terhadap sumber pembiayaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.
(Erik/Red)






