Bandung, Selasa, 30 Juni 2026 | Krimsus86.com
Kegiatan ziarah wisata religi ke Masjid Raya Al-Jabbar, Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi salah satu sarana edukasi untuk mengenalkan sejarah, budaya Islam, serta memperkuat nilai-nilai spiritual kepada masyarakat. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Al-Jabbar kini telah menjadi ikon wisata religi yang memadukan kemegahan arsitektur, nilai sejarah, dan fungsi pendidikan.
Masjid Raya Al-Jabbar yang berlokasi di Jalan Cimencrang No. 14, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, dikenal dengan julukan Masjid Terapung Gedebage karena dikelilingi danau retensi di tiga sisi bangunan. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 26 hektare dengan kapasitas mencapai sekitar 60 ribu jamaah, di mana sekitar 33 ribu jamaah dapat beribadah di dalam area utama masjid.
Bangunan megah yang dirancang dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat periode 2018–2023, Mochamad Ridwan Kamil, mengusung filosofi yang kuat. Nama Al-Jabbar terinspirasi dari singkatan Jawa Barat (Jabar), ilmu matematika Aljabar, serta salah satu Asmaul Husna yang berarti Maha Perkasa atau Maha Berkehendak.
Keunikan Masjid Raya Al-Jabbar juga tampak pada desain arsitekturnya yang menampilkan motif batik dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat pada relung pintu masuk. Empat menara setinggi 99 meter, bentang struktur baja sepanjang 99 meter, hingga ukuran lantai utama 99 x 99 meter menjadi simbol 99 Asmaul Husna.
Selain menjadi pusat ibadah, Masjid Raya Al-Jabbar menyediakan berbagai fasilitas edukatif dan wisata religi, di antaranya tempat wudhu indoor dan outdoor, Jembatan Nabi Musa, Taman Tematik Nabi, akses ramah bagi penyandang disabilitas, area retail dan kafetaria, perpustakaan Islam, hingga Ma’rodh atau museum digital yang menampilkan sejarah perkembangan Islam di Tanah Pasundan.
Dalam kegiatan tersebut, Bunda Nara menjelaskan bahwa ziarah ke Masjid Raya Al-Jabbar bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan bagian dari pembelajaran sejarah dan pembentukan karakter.
“Ziarah ke Masjid Al-Jabbar menjadi salah satu bentuk pengenalan sejarah kepada para jamaah. Melalui kegiatan ini, kita dapat menanamkan nilai-nilai untuk menghargai perjuangan para ulama dan tokoh penyebar agama Islam, khususnya di wilayah Bandung dan Jawa Barat,” ujar Bunda Nara.
Ia berharap kegiatan wisata religi seperti ini dapat terus dilakukan sebagai media pembelajaran yang mampu memperkuat keimanan, memperluas wawasan sejarah Islam, serta menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya dan nilai-nilai luhur bangsa.
Dengan kemegahan arsitektur, fasilitas yang lengkap, serta nilai edukasi yang dimiliki, Masjid Raya Al-Jabbar menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Jawa Barat yang layak dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai daerah.
Jurnalis: Dwi Eko






