SUNGAI KERUH | Krimsus86.com – Pemerintah Kecamatan Sungai Keruh menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan (Karhutbunlah) Tahun 2026 di Ruang Pertemuan Kantor Camat Sungai Keruh, Tebing Bulang, Rabu (24/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dan terintegrasi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan, kebun, dan lahan, khususnya menjelang musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko munculnya titik api di sejumlah wilayah.
Rakor dipimpin langsung oleh Camat Sungai Keruh, Henri, S.Pd., M.Si., didampingi Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin, Dedi Dores, SE., M.Si.
Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pimpinan perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Sungai Keruh, anggota Pemadam Kebakaran (Damkar), para kepala desa, kepala UPTD, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Camat Sungai Keruh Henri menegaskan bahwa pencegahan dan pengendalian Karhutbunlah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
“Pencegahan harus menjadi prioritas utama. Perusahaan yang beroperasi di wilayah Sungai Keruh diharapkan dapat berperan aktif melalui penyediaan sarana dan prasarana pemadaman, peningkatan sistem peringatan dini atau early warning system, serta mendukung patroli bersama guna mendeteksi potensi titik api sejak dini,” ujar Henri.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalisir risiko kebakaran di wilayah Kecamatan Sungai Keruh.
Selain itu, peran TNI, Polri, Damkar, pemerintah desa, serta masyarakat dinilai sangat penting dalam memperkuat pengawasan di lapangan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat mempercepat respons apabila ditemukan indikasi kebakaran maupun kemunculan hotspot di wilayah rawan.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Musi Banyuasin, Dedi Dores, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan seluruh unsur harus terus ditingkatkan. Menurutnya, pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika kebakaran sudah terjadi.
“Koordinasi, komunikasi, dan pembagian peran yang jelas antarinstansi menjadi aspek penting dalam menghadapi musim kemarau tahun ini,” katanya.
Rakor berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dan usulan dari peserta. Dalam pertemuan tersebut, disepakati sejumlah langkah strategis yang akan dilaksanakan secara terpadu, di antaranya peningkatan patroli gabungan di wilayah rawan kebakaran, penguatan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar, serta peningkatan kesiapsiagaan personel dan peralatan pemadaman.
Para kepala desa juga diminta lebih aktif melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai dampak lingkungan, kesehatan, dan ekonomi akibat kebakaran hutan, kebun, dan lahan. Pencegahan berbasis masyarakat dinilai menjadi salah satu langkah efektif untuk menekan risiko Karhutbunlah.
Melalui Rakor ini, Pemerintah Kecamatan Sungai Keruh berharap terbangun komitmen bersama yang kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga wilayah dari ancaman kebakaran hutan, kebun, dan lahan.
Dengan sinergi yang solid, potensi Karhutbunlah diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin sehingga keamanan, kesehatan masyarakat, serta kelestarian lingkungan tetap terjaga.
(Enismiyana)






