JAKARTA | KRIMSUS86.COM – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (DPP PWDPI), M. Nurullah RS, mengingatkan Presiden RI dan seluruh jajaran pemerintah agar mewaspadai berbagai pola yang dapat mengancam kedaulatan negara, termasuk melalui jeratan utang, intervensi politik, serta upaya memecah belah persatuan bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Nurullah RS pada Kamis (11/6/2026) sebagai bentuk peringatan agar Indonesia tetap menjaga kemandirian dan tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan pihak-pihak yang berupaya menguasai sumber daya strategis bangsa.
Menurutnya, negara-negara yang kaya akan sumber daya alam namun memiliki sistem yang lemah kerap menjadi sasaran pihak-pihak berkepentingan untuk memperoleh keuntungan ekonomi dan pengaruh politik.
“Mereka datang bukan semata-mata untuk membantu, melainkan berupaya menguasai kekayaan alam dan potensi ekonomi yang dimiliki suatu negara,” ujar Nurullah.
Ia menjelaskan, salah satu pola yang sering digunakan adalah memberikan pinjaman atau utang dalam jumlah besar dengan berbagai syarat yang tidak selalu dipahami secara transparan oleh negara penerima. Ketika ketergantungan meningkat, kontrol terhadap sektor-sektor strategis dapat beralih secara perlahan.
Selain itu, Nurullah menyoroti potensi munculnya berbagai isu yang dapat memecah belah masyarakat, baik berdasarkan suku, agama, ras, maupun perbedaan pandangan politik.
“Ketika bangsa terpecah, maka akan lebih mudah dikendalikan. Karena itu persatuan nasional harus terus dijaga,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan adanya kemungkinan intervensi politik melalui dukungan terhadap kelompok tertentu atau upaya memengaruhi arah kebijakan suatu negara demi kepentingan pihak luar.
Lebih lanjut, Nurullah menilai bahwa Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam harus memperkuat ketahanan ekonomi nasional agar tidak mudah terpengaruh oleh tekanan eksternal.
Menurutnya, pembangunan kemandirian ekonomi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kedaulatan bangsa. Ia mengapresiasi berbagai program yang bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri, termasuk kebijakan hilirisasi yang saat ini tengah dijalankan pemerintah.
“Indonesia harus memastikan bahwa kekayaan alam yang dimiliki memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat,” katanya.
Nurullah juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan sebagai benteng utama menghadapi berbagai tantangan global.
“Masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah. Persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, ia mengingatkan agar setiap kerja sama internasional, investasi, maupun kebijakan pembiayaan yang dilakukan pemerintah tetap mengedepankan kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat.
“Kedaulatan negara tidak boleh dikorbankan demi keuntungan sesaat. Setiap kebijakan harus benar-benar berpihak kepada rakyat Indonesia dan menjaga kepentingan bangsa dalam jangka panjang,” pungkasnya.
(Humas DPP PWDPI)






