WARGA DESA SEUNEUBOK SABOH PERTANYAKAN KEJELASAN BANTUAN PASCA BENCANA

ACEH TIMUR Krimsus86.com – Warga Desa Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, mempertanyakan kejelasan penyaluran bantuan pascabencana yang hingga kini dinilai belum diterima secara utuh oleh masyarakat terdampak.

Keluhan tersebut muncul setelah sebagian warga mengaku belum menerima bantuan Jaminan Hidup (Jadup) maupun bantuan stimulan isi hunian sementara yang disebut-sebut telah tercantum dalam Basis Data Nasional Bencana Alam (BNBA) berdasarkan Surat Keputusan Bupati Aceh Timur.

Berita Lainnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bencana yang melanda Desa Seuneubok Saboh berdampak terhadap 231 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, sebanyak 49 KK telah menerima bantuan hunian sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta bantuan sebesar Rp1 juta per KK dari organisasi kemanusiaan.

Namun demikian, warga menyatakan belum memperoleh bantuan Jadup maupun stimulan isi hunian sementara yang bersumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Salah seorang warga menyampaikan bahwa hingga saat ini masyarakat masih menunggu kepastian terkait bantuan yang dijanjikan pemerintah.

“Bantuan lain sampai sekarang belum ada sama sekali di desa kami. Seperti bantuan Jadup dan stimulan isi hunian sementara dari Menteri Sosial itu tidak ada,” ujar warga.

Menurut informasi yang beredar di masyarakat, terdapat data sebanyak 161 penerima bantuan Jadup Tahap I yang tercantum dalam Surat Keputusan Bupati Aceh Timur. Namun hingga kini warga mengaku belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai realisasi penyaluran bantuan tersebut.

Masyarakat juga mengaku mengalami kesulitan memperoleh penjelasan terkait status bantuan dimaksud. Saat menanyakan kepada pihak kecamatan, warga diarahkan untuk berkoordinasi dengan pemerintah gampong. Sementara pihak gampong menyatakan data yang dimiliki telah diserahkan kepada pihak kecamatan.

Kondisi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat mengenai proses pendataan maupun penyaluran bantuan bagi korban bencana.

Di sisi lain, warga masih menaruh harapan terhadap berbagai program pemulihan yang telah disampaikan pemerintah pusat. Salah satunya saat kunjungan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, ke wilayah terdampak di Kecamatan Pante Bidari beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Veronica Tan menyampaikan sejumlah program yang ditujukan untuk mendukung pemulihan masyarakat pascabencana, antara lain pembangunan dapur umum komunal permanen, program pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan dan akses modal mikro, serta fasilitasi pembangunan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Warga berharap program-program tersebut dapat segera direalisasikan dan berjalan seiring dengan penyelesaian persoalan bantuan sosial yang hingga kini masih dipertanyakan keberadaannya.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada pihak terkait mengenai kejelasan data penerima bantuan dan proses penyaluran bantuan masih terus dilakukan. Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari instansi terkait mengenai status bantuan Jadup dan stimulan isi hunian sementara yang dipersoalkan warga.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan pascabencana dapat memberikan penjelasan secara terbuka guna menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Laporan: SF Jurnalis Aceh

Pos terkait