Bandar Lampung / Krimsus86.com
Di tengah deretan booth yang memadati ajang Persit Bisa 2 di Balai Kartini, Jakarta, kehadiran Asri Tapis berhasil mencuri perhatian pengunjung dengan menghadirkan keindahan kain tapis khas Lampung yang sarat nilai budaya dan filosofi.
Mengisi Booth 75 selama pameran berlangsung, Asri Tapis tidak sekadar menampilkan produk fesyen, tetapi juga membawa misi memperkenalkan warisan budaya Lampung melalui karya sulam tangan benang emas yang dikerjakan para perajin lokal secara turun-temurun.
Setiap helai kain tapis yang dipamerkan menjadi simbol ketekunan, kesabaran, dan kebanggaan terhadap identitas budaya daerah yang tetap mampu bersaing di tengah perkembangan tren modern.
Dukungan dan Apresiasi Jadi Motivasi
Asri Tapis menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama kegiatan berlangsung, khususnya kepada Mayjen TNI Kristomei selaku Pembina Persit KCK Daerah XXI/RI serta Ketua Persit KCK PD XXI/RI, Asti Kristomei.
Menurut pihak Asri Tapis, kesempatan tampil dalam ajang Persit Bisa 2 menjadi ruang penting bagi pelaku UMKM budaya untuk memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk lokal ke tingkat nasional.
“Semangat kemandirian yang dibangun dalam Persit menjadi inspirasi sekaligus energi bagi kami untuk terus bertumbuh dan menjaga warisan budaya Lampung,” ujar pihak Asri Tapis dalam keterangannya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para pengunjung yang telah memberikan apresiasi terhadap karya tapis Lampung. Dukungan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa produk tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat.
Keberhasilan partisipasi dalam pameran ini juga tidak lepas dari peran para perajin lokal yang selama ini menjaga kualitas sulaman benang emas dengan keterampilan dan dedikasi tinggi.
Menjaga Warisan Budaya Tetap Hidup
Keikutsertaan Asri Tapis dalam Persit Bisa 2 dinilai bukan hanya tentang penjualan produk, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya Lampung di tingkat nasional.
Perpaduan antara kain tapis tradisional dengan sentuhan desain modern mendapat respons positif dari pengunjung. Hal ini membuktikan bahwa warisan budaya dapat tetap tampil elegan dan relevan mengikuti perkembangan dunia fesyen.
“Tapis bukan sekadar kain, tetapi cerita tentang kesabaran, kebanggaan, dan identitas yang ditenun dengan hati,” demikian pesan yang disampaikan Asri Tapis.
Ke depan, Asri Tapis berkomitmen terus menghadirkan inovasi desain tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional. Selain memperluas kolaborasi dengan para perajin lokal, mereka juga berupaya memperkuat kehadiran digital agar produk tapis Lampung semakin dikenal masyarakat luas hingga pasar internasional.
Bagi Asri Tapis, perjalanan di ajang Persit Bisa 2 bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah panjang menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan bersinar di tengah perubahan zaman.
#(K-@-6)






