Krimsus86.com/Karawang, _
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 67 desa se-Kabupaten Karawang, suhu politik di Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, kian terasa menghangat. Nama-nama kandidat mulai bermunculan, membawa harapan sekaligus dinamika baru di tengah masyarakat yang mendambakan arah perubahan.
Di antara deretan bakal calon, sosok Rusta Miharja—yang akrab disapa RT AJA—resmi menyatakan diri maju dalam kontestasi tersebut pada Jumat, 1 Mei 2026. Deklarasi itu bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi penanda keseriusan seorang figur yang telah lama bersentuhan langsung dengan denyut kehidupan warga.
Berlatar belakang sebagai Petugas Sosial Masyarakat (PSM), Rusta bukanlah nama asing bagi masyarakat Cengkong. Ia dikenal sebagai sosok yang kerap hadir di tengah persoalan sosial warga, dari urusan bantuan sosial hingga pendampingan masyarakat kecil.
Kedekatannya dengan warga inilah yang menjadi modal sosial yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dalam pernyataannya, Rusta Miharja mengusung visi besar: menghadirkan perubahan nyata bagi Desa Cengkong. Sebuah visi yang lahir dari kegelisahan, sekaligus harapan, atas kondisi desa yang dinilai masih membutuhkan pembenahan di berbagai sektor.
Ia menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan desa yang transparan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Baginya, desa bukan sekadar wilayah administratif, melainkan ruang hidup yang harus dijaga, dibangun, dan dimajukan bersama.
“Perubahan bukan sekadar janji, tetapi kerja nyata yang harus dirasakan masyarakat,” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam setiap langkahnya.
Kini, dengan semakin dekatnya hari pemungutan suara, masyarakat Desa Cengkong dihadapkan pada pilihan penting yang akan menentukan arah masa depan desa mereka. Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, kehadiran Rusta Miharja menambah warna sekaligus harapan baru dalam kontestasi Pilkades yang kian memanas.
Waktu akan menjadi saksi, apakah langkah RT AJA mampu menjawab harapan warga, atau justru menjadi bagian dari dinamika politik desa yang terus bergulir. Namun satu hal yang pasti, Pilkades Cengkong kali ini bukan sekadar pesta demokrasi—melainkan pertaruhan harapan akan perubahan.
(Red)*






