Polda Sumsel Buka Ruang Dialog Bersama Remaja Jelang May Day untuk Cegah Tawuran dan Anarkisme

 

Krimsus86.com Palembang, 24 April 2026 – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan serta mendukung terciptanya kondisi “zero konflik” di Kota Palembang, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) memperkuat komitmennya dengan membuka ruang dialog bersama kelompok remaja.

Berita Lainnya

Kegiatan ini bertujuan untuk meminimalisir potensi eksploitasi anak, khususnya terkait keterlibatan dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi anarkis. Dialog yang dilakukan juga membahas dinamika sosial yang masih diwarnai aksi tawuran serta keterlibatan anak-anak dalam sejumlah kejadian kerusuhan di Kota Palembang.

Polda Sumsel menilai bahwa upaya pencegahan tidak cukup dilakukan melalui pendekatan represif semata, melainkan perlu diimbangi dengan langkah preventif yang komprehensif. Salah satunya melalui pendekatan persuasif, dialog terbuka, serta pembinaan terhadap remaja agar tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang maupun tindak pidana.

AKP Suandi, S.H., selaku Kanit Polda Sumsel yang didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Talang Buluh AIPTU Hasym, menegaskan pentingnya interaksi langsung dengan generasi muda.

“Kita perlu membangun komunikasi yang intens dengan anak-anak dan remaja agar mereka memahami risiko serta dampak dari perilaku pelanggaran hukum. Di era digital, mereka sangat rentan terpengaruh informasi yang bias dan provokatif,” ujarnya.

Polda Sumsel juga menyoroti peristiwa kerusuhan yang terjadi pada Agustus 2025 di sekitar Kantor DPRD Sumsel, di mana sebagian pelaku didominasi oleh anak-anak dan remaja. Fenomena tersebut dipicu oleh pengaruh media sosial, rasa ingin ikut-ikutan (fear of missing out), serta ajakan lingkungan pergaulan.

Selain itu, dalam aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung keesokan harinya, masih ditemukan pelajar yang mencoba menyusup ke dalam barisan demonstran, bahkan di antaranya kedapatan membawa senjata tajam. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena mengindikasikan adanya potensi mobilisasi yang melibatkan anak-anak sebagai tameng dalam aksi massa.

Melalui kegiatan dialog ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bersama mengenai bahaya manipulasi dan eksploitasi anak dalam aksi yang berpotensi menimbulkan kerusuhan. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Perlindungan Anak yang menekankan pentingnya perlindungan terhadap anak dari berbagai bentuk kekerasan dan penyalahgunaan.

Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Polda Sumsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Aksi penyampaian pendapat di muka umum diharapkan tetap berjalan secara damai, tanpa terkontaminasi oleh pihak-pihak yang ingin memicu kerusuhan maupun melibatkan anak-anak demi kepentingan tertentu.(jhoni//red)

Pos terkait