Krimsus86.com, Bogor – Komisi IV DPR RI menyampaikan keprihatinan atas pemangkasan anggaran riset di Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura Bogor. Meski mengalami pengurangan anggaran secara signifikan, lembaga di bawah Kementerian Pertanian tersebut dinilai tetap mampu menunjukkan kinerja dan inovasi yang membanggakan dalam menghasilkan bibit unggul strategis.
Hal tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke BRMP Hortikultura Bogor pada Kamis (22/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV menemukan bahwa alokasi dana penelitian BRMP saat ini hanya tersisa Rp27 miliar setelah mengalami pemangkasan anggaran yang cukup besar.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, mengungkapkan rasa prihatin atas kondisi tersebut, namun tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para peneliti.
“Tadi kami cukup prihatin bahwa anggaran penelitian ini disunat sangat besar sekali sehingga tersisa Rp27 miliar. Namun kami tetap salut, para peneliti di sini tetap semangat dan berjuang untuk menghasilkan produk-produk pertanian yang unggul,” ujar Siti Hediati Soeharto.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, BRMP Hortikultura Bogor mampu menampilkan berbagai hasil riset yang dinilai berpotensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Di antaranya pengembangan bibit unggul padi, kedelai, bawang putih, berbagai komoditas buah-buahan, serta ayam kampung berproduktivitas tinggi dengan kemampuan menghasilkan hingga 250 butir telur per tahun.
Ketua Komisi IV DPR RI mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi capaian tersebut. Ia menegaskan pentingnya agar hasil riset tersebut tidak hanya berhenti pada tahap penelitian, melainkan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
“Kami sangat surprised karena di sini sudah berhasil menemukan bibit-bibit unggul. Ini perlu dikembangkan, tidak hanya berhenti di penelitian, tetapi harus disebarluaskan untuk seluruh Indonesia,” tegasnya.
Komisi IV DPR RI berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap keberlanjutan riset pertanian nasional, mengingat peran strategisnya dalam mendukung kemandirian dan ketahanan pangan Indonesia.
Pewarta:
Dapid KBR & Tim Media FRIC






