BEKASI | Krimsus86.com Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kekeringan ditunjukkan Tim Barisan Relawan Akhmad Nirwan Ramdani (BRANI) dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Blendung RT 19/RW 06, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WIB sebagai bentuk respons terhadap kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Desa Kedung Pengawas. Bantuan air bersih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk keperluan sehari-hari.
Tim BRANI merupakan kelompok relawan pendukung Akhmad Nirwan Ramdani dalam proses pencalonan Kepala Desa Kedung Pengawas periode 2026–2034. Selain menjalankan kegiatan sosial, tim tersebut menyatakan komitmennya untuk aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan tanggap darurat di tengah masyarakat.
Bagi sebagian warga, ketersediaan air bersih yang biasanya diperoleh dengan mudah melalui keran kini menjadi persoalan yang harus dihadapi akibat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus menunggu bantuan maupun mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Koordinator Lapangan Tim BRANI, Khoirudin, yang akrab disapa Bang Jawir, mengatakan bahwa menjaga ketersediaan air bersih bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
“Menjaga ketersediaan air bukanlah tanggung jawab satu pihak saja. Segala upaya ini harus dimulai dari kesadaran diri sendiri, tumbuh melalui kepedulian sesama, dan akhirnya diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilai inilah yang menggerakkan kami untuk turun langsung ke tengah masyarakat guna memenuhi kebutuhan dasar air bersih,” ujar Khoirudin kepada awak media, Selasa (18/8/2026).
Ia menambahkan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian sekaligus langkah jangka pendek untuk membantu warga menghadapi dampak kekeringan. Menurutnya, diperlukan solusi yang lebih berkelanjutan agar persoalan krisis air tidak terus berulang setiap musim kemarau.
Hal senada disampaikan Marulloh, yang berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama pemerintah setempat segera mencari solusi atas persoalan kekeringan yang dialami masyarakat.
“Saya berharap kepada pihak pemerintah setempat, khususnya Pemerintah Kabupaten Bekasi, agar segera mencari solusinya agar kemarau dan kekeringan air ini tidak berkepanjangan,” tegas Marulloh.
Sementara itu, Darif, salah seorang warga RT 19/RW 06 Desa Kedung Pengawas, mengungkapkan bahwa kekeringan turut berdampak terhadap sarana pengadaan air milik warga.
“Selama ini pasca kekeringan air, mesin air jadi rusak dan PDAM belum masuk,” ujarnya.
Warga berharap kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah, terutama dalam penyediaan akses air bersih yang lebih permanen. Bantuan air bersih yang disalurkan Tim BRANI dinilai sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar selama kondisi kekeringan berlangsung.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mendorong kepedulian bersama antara masyarakat, relawan, dan pemerintah dalam menghadapi persoalan kekeringan serta memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi.
(Budi Candra//red)






