BITUNG, SULAWESI UTARA | Krimsus86.com — Terung Adat (TA) Kota Bitung menggelar pertemuan terbuka bersama masyarakat Kelurahan Tanjung Merah, Kota Bitung, Senin (20/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian budaya, pembinaan adat, sekaligus mempererat hubungan antara lembaga adat dan masyarakat.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan diisi dengan diskusi mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Selain membahas pelestarian adat, forum tersebut juga menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait berbagai persoalan yang berkembang di Kota Bitung.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima Terung Adat Kota Bitung, Tonaas Fahry Rawung, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ormas Adat MKM, menyampaikan sejumlah gagasan mengenai pentingnya peran organisasi adat dalam menjaga persatuan, ketertiban, serta mendorong masyarakat untuk bersama-sama menyikapi berbagai persoalan di Kota Bitung secara bijaksana dan tetap berlandaskan nilai-nilai budaya.
“Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga persatuan, menghormati adat istiadat, serta berperan aktif menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis demi kemajuan Kota Bitung yang kita cintai bersama,” ujar Tonaas Fahry Rawung.
Sementara itu, Ketua Terung Adat Kota Bitung, Tonaas Terry Lomboan, ST, menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga adat, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan meneruskan warisan budaya agar tetap hidup serta tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Pelestarian budaya harus dilakukan secara bersama-sama. Lembaga adat, masyarakat, dan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal agar tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Terung Adat, Tonaas Meydi Kalangi; Yunita Malonda Tombarian sebagai utusan Dewan Adat Minahasa; Bendahara Terung Adat Kota Bitung, Tonaas Royke Maukar; Bidang Kebudayaan Terung Adat Kota Bitung, Tonaas Fredy Kumayas; serta Wakil Ketua Mopopuis.
Melalui pertemuan terbuka tersebut, Terung Adat Kota Bitung berharap sinergi antara lembaga adat dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga kelestarian budaya, memperkuat nilai-nilai kearifan lokal, serta mendukung terciptanya kehidupan sosial yang rukun, aman, dan harmonis di Kota Bitung.
(Red//Tim)






