Bandar Lampung, Krimsus86.com – Sejumlah sopir truk dan warga mengeluhkan panjangnya antrean kendaraan saat hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi di SPBU 24.352.43 Way Lunik, Kecamatan Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung, Sabtu (11/7/2026).
Berdasarkan keterangan para pengemudi, antrean kendaraan telah terjadi sejak siang hari dan berlangsung hingga sore. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas distribusi barang, khususnya bagi sopir angkutan yang harus menempuh perjalanan jarak jauh.
Salah seorang sopir truk mengaku telah mengantre sejak sekitar pukul 14.00 WIB, namun hingga sore hari belum mendapatkan kepastian waktu pengisian BBM.
“Kami sudah antre dari siang. Rencananya akan membawa muatan menuju Palembang, tetapi perjalanan jadi terlambat karena harus menunggu solar. Kami berharap pelayanan bisa lebih cepat,” ujarnya.
Selain lamanya antrean, warga juga mengeluhkan banyaknya kendaraan besar yang mengular hingga badan jalan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan menyulitkan kendaraan lain yang hendak melintas maupun masuk ke area SPBU.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, awak media menemui pihak pengawas SPBU Way Lunik. Pengawas SPBU yang memperkenalkan diri sebagai Supri menjelaskan bahwa stok BBM solar subsidi masih tersedia.
Menurutnya, SPBU setiap hari menerima pasokan sekitar 24 ton solar subsidi. Ia juga menyampaikan bahwa antrean panjang bukan disebabkan oleh habisnya stok BBM, melainkan tingginya jumlah kendaraan yang melakukan pengisian.
Di sisi lain, beberapa sopir menyampaikan bahwa proses pelayanan dinilai berjalan cukup lambat sehingga menyebabkan antrean terus memanjang. Mereka berharap adanya evaluasi pelayanan agar aktivitas distribusi barang tidak terganggu.
Warga yang melintasi kawasan SPBU Way Lunik juga meminta perhatian dari pemerintah daerah, aparat terkait, dan pihak Pertamina agar segera melakukan penataan antrean kendaraan. Mereka menilai parkir kendaraan yang memanjang di bahu jalan berpotensi menimbulkan kemacetan serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Para pengemudi dan masyarakat berharap adanya solusi berupa pengaturan lalu lintas, penataan sistem antrean, serta peningkatan pelayanan pengisian BBM subsidi sehingga aktivitas masyarakat dan distribusi logistik dapat berjalan lebih lancar tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya.
(M. Dahlan)






