Gowa | Krimsus86.com, 10 Juni 2026 – Puluhan hektar lahan pertanian di Kelurahan Lembang Parang, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, mengalami kekeringan akibat minimnya pasokan air selama musim kemarau. Kondisi tersebut mengancam keberlangsungan tanaman padi milik petani dan berpotensi menyebabkan gagal panen apabila tidak segera mendapatkan penanganan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah area persawahan mengalami kekeringan yang ditandai dengan retakan tanah yang cukup lebar. Tanaman padi yang baru memasuki fase pertumbuhan mulai menunjukkan gejala kekurangan air, seperti menguning dan layu sebelum waktunya.
Ketua Kelompok Tani Lembang Parang, yang mewakili aspirasi para petani setempat, menyampaikan bahwa situasi saat ini sudah berada pada tahap yang memprihatinkan. Para petani mengaku khawatir karena modal usaha yang telah mereka keluarkan terancam tidak kembali akibat kerusakan tanaman yang terus meluas.
“Kami berharap ada perhatian dan tindakan cepat dari pemerintah maupun instansi terkait. Jika pasokan air tidak segera tersedia, maka tanaman padi yang masih tersisa akan semakin sulit diselamatkan,” ujarnya.
Menurut keterangan petani, fenomena kekeringan ini bukan pertama kali terjadi. Kondisi serupa hampir selalu berulang setiap tahun, terutama saat memasuki musim tanam kedua. Hingga kini, para petani menilai belum terdapat solusi permanen yang mampu mengatasi persoalan distribusi dan ketersediaan air di wilayah tersebut.
Retakan tanah yang membentang di sejumlah petak sawah menjadi gambaran nyata dampak kekeringan yang terus berulang. Selain mengancam hasil panen, kondisi ini juga berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Para petani mendesak agar distribusi air darurat dapat segera dilakukan dalam waktu dekat guna menyelamatkan tanaman padi yang baru beberapa hari ditanam. Di sisi lain, mereka juga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat menghadirkan solusi jangka panjang, seperti perbaikan dan optimalisasi jaringan irigasi, serta pengaturan distribusi air yang lebih efektif hingga ke saluran sekunder yang langsung mengairi lahan pertanian masyarakat.
Dengan adanya langkah nyata dan berkelanjutan, para petani berharap persoalan kekeringan yang terus berulang di Kelurahan Lembang Parang tidak lagi menjadi ancaman rutin setiap musim tanam kedua.
Narasumber: Ketua Kelompok Tani Lembang Parang
Reporter: Mj@.19
Redaksi: krimsus86.com






