SIBOLGA | Krimsus86.com, 24 Juni 2026 — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Danau Toba kembali mengoperasikan KMP Jatra II pada lintasan penyeberangan Sibolga–Gunungsitoli mulai 24 Juni 2026. Pengoperasian kembali kapal ini dilakukan untuk memperkuat layanan transportasi laut seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode libur sekolah.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Danau Toba, Nikson Ambarita, menyampaikan bahwa kehadiran kembali KMP Jatra II diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan penyeberangan serta mendukung kelancaran distribusi logistik menuju Kepulauan Nias.
“Dengan kembali beroperasinya KMP Jatra II, kami berharap layanan transportasi laut bagi masyarakat Kepulauan Nias semakin optimal, sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik,” ujar Nikson, Selasa (23/6/2026).
Sebelumnya, KMP Jatra II telah menjalani proses docking yang meliputi pemeliharaan, perbaikan, serta pemeriksaan berkala guna memastikan kondisi kapal tetap laik laut, aman, dan optimal dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa.
Dengan beroperasinya kembali KMP Jatra II, layanan penyeberangan Sibolga–Gunungsitoli kini dilayani oleh dua armada, yakni KMP Jatra I dan KMP Jatra II. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan frekuensi pelayaran serta memberikan lebih banyak pilihan jadwal bagi masyarakat.
Selain mengangkut penumpang dan kendaraan, operasional kedua kapal juga berperan penting dalam memperlancar arus distribusi barang dan kebutuhan pokok ke wilayah Kepulauan Nias, sehingga turut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan penyeberangan yang andal, aman, dan nyaman, khususnya pada periode dengan potensi peningkatan permintaan layanan transportasi.
Masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari Sibolga menuju Gunungsitoli maupun sebaliknya dapat melakukan pemesanan tiket secara daring melalui layanan Ferizy di trip.ferizy.com�, guna mendukung kemudahan dan efisiensi proses perjalanan.
Dengan beroperasinya kembali dua armada tersebut, ASDP optimistis konektivitas antarpulau semakin kuat serta memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Utara, khususnya Kepulauan Nias.
(Arzaq Khair)






