MOMUNU, BUOL — KRIMSUS86.COM, 22 September 2026 — Proyek Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMP Negeri 1 Momunu, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp500 juta, saat ini telah mencapai progres fisik sekitar 50 persen.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan sistem swakelola dan melibatkan tenaga kerja lokal yang dinilai memiliki pengalaman sesuai bidang pekerjaan. Berdasarkan peninjauan langsung awak media KRIMSUS86.COM ke lokasi, proses pembangunan masih berlangsung dan terus dipantau oleh pihak sekolah.
Kepala SMP Negeri 1 Momunu, Ajis Taumbung, S.Ag., mengatakan bahwa progres pekerjaan hingga saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. Pihaknya menargetkan progres tersebut dapat meningkat hingga 70 persen dalam waktu dekat.
“Sampai hari ini, kemajuan fisik pekerjaan telah mencapai 50 persen. Dalam waktu dekat, target dapat ditingkatkan hingga mencapai 70 persen. Pekerjaan berjalan sesuai rencana dan terus dipantau perkembangannya setiap hari,” ujar Ajis.
Menurut Ajis, pekerjaan revitalisasi dilaksanakan secara swakelola oleh pihak sekolah tanpa melibatkan kontraktor dari luar. Tenaga kerja yang digunakan berasal dari masyarakat sekitar dan memiliki pengalaman dalam bidang pekerjaan yang dikerjakan.
“Pekerjaan ini dikerjakan secara swakelola, tanpa campur tangan pihak lain. Tenaga kerja yang kami pilih adalah warga yang sudah cukup berpengalaman di bidangnya. Setiap penggunaan anggaran APBN disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan kebutuhan yang ada,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen menjalankan program tersebut secara terbuka dan memberikan ruang bagi masyarakat maupun pihak yang berkepentingan untuk memperoleh informasi mengenai pelaksanaan pembangunan.
Keterbukaan tersebut, kata dia, juga ditujukan kepada masyarakat Desa Lamadong I dan Kecamatan Momunu, termasuk kalangan jurnalis yang melakukan pemantauan terhadap proses pembangunan.
“Kami menyampaikan secara terbuka kepada seluruh warga, khususnya masyarakat Desa Lamadong I, bahwa program pembangunan ini dilakukan secara transparan dan terbuka. Siapa saja yang datang ingin melihat, bertanya, atau memeriksa, kami layani tanpa terkecuali, termasuk para jurnalis dan awak media di Kabupaten Buol,” katanya.
Terkait aspek pengawasan, Ajis menyampaikan bahwa pelaksanaan program berada dalam mekanisme pengawasan oleh pihak-pihak yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menyebut sejumlah lembaga pengawasan, antara lain Kejaksaan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Aparat Pengawasan Fungsional (APF) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Buol.
“Pembangunan ini juga berada di bawah pengawasan pihak-pihak berwenang. Segala proses berjalan sesuai prosedur yang berlaku,” ungkapnya.
Ajis berharap dukungan masyarakat dapat membantu kelancaran pekerjaan sehingga revitalisasi SMP Negeri 1 Momunu dapat diselesaikan sesuai jadwal dan menghasilkan fasilitas yang bermanfaat bagi peserta didik.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Buol, serta seluruh pihak yang turut mendukung pelaksanaan program revitalisasi tersebut.
“Semoga pekerjaan ini dapat diselesaikan sesuai jadwal dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan di SMP Negeri 1 Momunu, bagi anak-anak kita, dan bagi masa depan Kecamatan Momunu pada umumnya,” pungkasnya.
Pemantauan Akan Dilanjutkan
KRIMSUS86.COM akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pekerjaan revitalisasi SMP Negeri 1 Momunu hingga seluruh tahapan pekerjaan selesai dan dilakukan serah terima sesuai ketentuan.
Informasi mengenai progres sekitar 50 persen, sistem swakelola, penggunaan tenaga kerja lokal, serta mekanisme pengawasan dalam pemberitaan ini merupakan keterangan yang disampaikan langsung oleh Kepala SMP Negeri 1 Momunu, Ajis Taumbung, S.Ag.
Reporter: Syafri Sakula, S.IP
Biro Buol, Sulawesi Tengah / KRIMSUS86.COM






