JAKARTA | KRIMSUS86.COM — Pemilik sepeda motor yang menggunakan teknologi keyless atau kunci elektrik diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Sistem tanpa anak kunci konvensional yang selama ini dinilai praktis dan modern tetap perlu didukung dengan pengamanan tambahan guna mengantisipasi berbagai modus pencurian kendaraan bermotor.
Perhatian terhadap kerawanan tersebut mencuat setelah beredar informasi mengenai pengungkapan kasus pencurian sepeda motor di Thailand yang menyasar kendaraan Honda Giorno+ 125. Dalam rekonstruksi yang beredar di media sosial, pelaku diduga memanfaatkan perangkat elektronik untuk mengakses sistem kendaraan tanpa menggunakan cara konvensional dengan merusak kunci kontak.
Informasi tersebut sebelumnya turut diunggah oleh akun Facebook Koran Harian pada Senin (17/8/2026). Unggahan itu disebut telah mendapatkan puluhan tanda suka, sejumlah komentar, serta dibagikan kembali oleh pengguna media sosial.
Dalam kasus yang diperlihatkan, sistem elektronik kendaraan disebut dapat diaktifkan kembali sehingga sepeda motor dapat dihidupkan meskipun remote keyless asli tidak berada di tangan pelaku.
Namun, informasi tersebut tidak serta-merta dapat dijadikan kesimpulan bahwa seluruh sepeda motor berteknologi keyless mempunyai kelemahan yang sama. Setiap produsen dan tipe kendaraan memiliki rancangan sistem keamanan, perangkat elektronik, serta mekanisme perlindungan yang berbeda.
Fenomena tersebut menjadi pengingat bahwa teknologi keyless sebaiknya tidak dianggap sebagai satu-satunya lapisan pengamanan kendaraan.
Pemilik kendaraan dapat mempertimbangkan penggunaan pengaman tambahan, seperti kunci pengaman fisik, alarm, dan GPS tracker. Selain itu, kebiasaan memarkir kendaraan di lokasi yang terang, memiliki kamera pengawas, maupun berada dalam pengawasan petugas keamanan juga dapat membantu memperkecil risiko pencurian.
Menanggapi fenomena tersebut, Profesor Sutan Nasomal, S.H., M.H., pakar Hukum Internasional dan Ekonomi, turut memberikan pandangan. Ia mengimbau produsen kendaraan agar terus memperhatikan aspek keamanan dalam pengembangan teknologi kendaraan.
“Himbau pabrik jangan coba-coba menciptakan kendaraan kunci elektrik nonsen manual lebih aman. Thailand, kendaraan kunci manual lebih aman ketimbang kunci elektrik sekalipun karena bisa saja pemilik lupa menguncinya. Sedangkan manual, masyarakat sudah terbiasa di seluruh dunia, baik di luar negeri maupun di Indonesia,” ujar Profesor Sutan Nasomal.
Pernyataan tersebut disampaikan Profesor Sutan Nasomal saat menanggapi pertanyaan sejumlah pimpinan redaksi media massa cetak dan online melalui sambungan telepon seluler dari kantornya di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, kawasan Cijantung, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi kendaraan harus tetap diimbangi dengan sistem keamanan yang kuat serta edukasi kepada masyarakat mengenai cara melindungi kendaraan dari berbagai modus kejahatan.
Meski demikian, masyarakat diimbau tidak panik. Informasi mengenai dugaan modus pencurian kendaraan keyless tersebut hendaknya dijadikan bahan untuk meningkatkan kewaspadaan, bukan untuk menyimpulkan bahwa seluruh kendaraan dengan teknologi serupa mudah dicuri.
Pemilik kendaraan juga disarankan mengikuti petunjuk keamanan yang diberikan produsen serta memperhatikan informasi pembaruan sistem apabila tersedia.
Apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar kendaraan, masyarakat sebaiknya segera menghubungi aparat kepolisian dan tidak mengambil tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan.
Narasumber:
Profesor Sutan Nasomal, S.H., M.H. — Pakar Hukum Internasional dan Ekonomi; Presiden Partai Oposisi Merdeka Jenderal Kompii; Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesian (PAMID); Ketua Umum YPLBH; Pendiri/Pengasuh Ponpes Ass-Saqwa Plus; serta Rektor Universitas STIA-STIH Pronass.
(Redaksi//Krimsus86.com)






