BANDUNG – KRIMSUS86.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat terus memperkuat sinergitas dalam upaya memberantas peredaran gelap narkotika dan obat keras tertentu di wilayah Jawa Barat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap maraknya penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang mulai menyasar kalangan remaja di sejumlah daerah. Polda Jabar menegaskan bahwa pemberantasan tidak hanya dilakukan terhadap pengedar di tingkat hilir, tetapi juga diarahkan untuk mengungkap jaringan utama hingga pihak yang berada di balik rantai pasokan.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto mengatakan, jajaran Polda Jabar terus mengembangkan setiap kasus yang berhasil diungkap untuk mengetahui asal-usul barang, jalur distribusi, hingga pihak yang menjadi pengendali jaringan.
“Kami terus akan melakukan upaya-upaya pengungkapan bukan hanya sekadar para pengedarnya tapi kepada otak-otak pelaku yang mendistribusikan dari mana pun walaupun itu lintas provinsi,” tegas Irjen Pipit di Polda Jabar, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, pengembangan jaringan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai peredaran obat-obatan berbahaya yang berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap masyarakat.
Peredaran zat adiktif dan obat-obatan terlarang juga dinilai dapat menjadi salah satu pemicu berbagai persoalan sosial, termasuk tindakan kejahatan jalanan dan tindak kriminal lainnya.
Karena itu, Polda Jabar terus meningkatkan pengawasan terhadap jalur distribusi serta memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk BNN dan BNNP Jawa Barat.
Irjen Pipit menegaskan, penanganan persoalan narkotika dan obat keras tertentu membutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar upaya pencegahan maupun penindakan dapat berjalan secara maksimal.
“Ini juga hadir di sini dari BNN juga BNNP tentunya kita harus memperkuat kolaborasi kepada semua pihak,” pungkasnya.
Sinergitas antara Polda Jabar dan BNNP Jawa Barat diharapkan mampu mempersempit ruang gerak jaringan peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih kuat kepada masyarakat, khususnya generasi muda.(Red//tim media Fric)






