Perumdam Paisu Moute Tetapkan Status Darurat Kekeringan Air Baku, Terapkan Sistem Alih Gilir Layanan di Banggai Laut

BANGGAI LAUT, KRIMSUS86.COM — Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUMDAM) Paisu Moute Kabupaten Banggai Laut secara resmi menetapkan pemberitahuan tanggap darurat menyusul penurunan debit air baku secara signifikan di seluruh wilayah operasional.

Kebijakan tersebut diambil setelah tim teknis melakukan evaluasi komprehensif di lapangan sepanjang pertengahan Agustus 2026. Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Banggai Laut menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan menurunnya suplai air bersih pada sejumlah fasilitas penampungan utama.

Berita Lainnya

Penurunan debit air baku tersebut berdampak terhadap seluruh titik Intake dan Catcher Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang selama ini menjadi sumber pelayanan bagi masyarakat.

Sejumlah sumber air utama, antara lain Mata Air Paisu Moute, Molino 1 dan 2, Matano, Boloa, Eks Pemda, Kanali Moloyos, KEM, Lelang, Mandemel, Bituon, Paisu Labue, KEM-2, Palalente, Sindung, Paisu Tete, Papaisu, Tangkorok, Matano Bungin hingga Kodongunon, saat ini mengalami penyusutan kapasitas pasokan secara drastis.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kontinuitas dan stabilitas distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan.

Terapkan Sistem Alih Gilir

Untuk meminimalkan dampak kekeringan sekaligus memastikan pemerataan distribusi air kepada pelanggan, manajemen PERUMDAM Paisu Moute menerapkan rekayasa teknis jaringan melalui Sistem Alih Gilir Layanan.

Melalui skema tersebut, pengaliran air kepada pelanggan dilakukan secara bergilir berdasarkan zonasi. Jadwal dan wilayah pengaliran akan disesuaikan secara berkala mengikuti perkembangan ketersediaan debit air baku serta pola jaringan distribusi di masing-masing wilayah.

Sebagai langkah mitigasi bagi wilayah yang mengalami penghentian aliran sementara, manajemen juga mengerahkan armada mobil tangki air bersih.

Armada tangki darurat dijadwalkan beroperasi secara intensif selama masa kemarau. Namun, karena keterbatasan fasilitas operasional, distribusi air melalui mobil tangki akan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan antrean pendaftaran resmi yang masuk melalui pusat layanan pelanggan.

Saat ini PERUMDAM Paisu Moute memiliki dua unit armada mobil tangki yang digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak.

Masyarakat Diminta Hemat Air

Manajemen PERUMDAM Paisu Moute mengimbau seluruh masyarakat agar melakukan penghematan penggunaan air bersih secara ketat selama kondisi darurat berlangsung.

Pelanggan diminta memprioritaskan penggunaan air untuk kebutuhan pokok domestik dan konsumsi harian keluarga. Masyarakat juga diimbau menyiapkan wadah penampungan air yang bersih dan tertutup rapat ketika jadwal pengaliran memasuki wilayah masing-masing.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas air sekaligus menyediakan cadangan air keluarga selama pemberlakuan sistem alih giliran.

Selain itu, Direksi PERUMDAM Paisu Moute menegaskan larangan keras terhadap segala bentuk tindakan merusak, memindahkan, meretas, ataupun memanipulasi fasilitas penunjang SPAM.

Tindakan membuka secara paksa atau melakukan manipulasi terhadap meter air, keran maupun katup (valve) pembagi jaringan distribusi akan ditindak secara tegas. Pelanggaran terhadap fasilitas umum tersebut dapat dikenakan sanksi administratif hingga ancaman pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Wilayah Terdampak

Wilayah yang terdampak kondisi kekeringan mencakup kawasan perkotaan hingga sejumlah wilayah pelosok desa, di antaranya Kelurahan Lompio, Tanobonunungan, Dodung, Desa Lampa, Tinakin Darat, Tinakin Laut, Adean, Mominit, Timbong, Dangkalan, termasuk Dusun Peling Solit dan Banglamayu.

Dampak juga dirasakan di sejumlah wilayah kecamatan dan kepulauan, antara lain Desa Kokini, Monsongan, Gonggong, Matanga, Mansalean, Lipulalongo, Lalong, Bone-Bone, Lantibung, Kalupapi hingga Desa Bungin.

Manajemen PERUMDAM Paisu Moute menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Banggai Laut atas ketidaknyamanan yang timbul akibat gangguan operasional selama kondisi kekeringan tersebut.

Direktur PERUMDAM Paisu Moute, Rahmat Ibaad, S.H., M.Si., menyampaikan apresiasi atas pengertian, kesabaran dan kerja sama seluruh masyarakat Banggai Laut dalam mendukung upaya penghematan penggunaan air baku.

Menurutnya, dukungan masyarakat sangat diperlukan agar pengelolaan sumber daya air yang terbatas dapat dilakukan secara adil dan optimal selama masa kemarau.

“Kerja sama dan pengertian seluruh pelanggan sangat kami harapkan agar distribusi air yang tersedia dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat,” demikian pesan manajemen PERUMDAM Paisu Moute.

(Susanto//red)

Pos terkait