Pelatihan E-HDW Digelar di Desa Sinar Jaya, Perkuat Peran Kader dalam Percepatan Penanganan Stunting

MUSI BANYUASIN | Krimsus86.com – Pemerintah Desa Talang Mandung, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, menggelar kegiatan Pelatihan dan Pembinaan E-HDW (Electronic Human Development Worker) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader pembangunan manusia dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa.

Berita Lainnya

Pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Sinar Jaya itu dihadiri oleh perangkat desa, kader kesehatan, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, serta para peserta yang memiliki peran dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan terkait penggunaan aplikasi E-HDW, tata cara pendataan keluarga berisiko stunting, pemantauan tumbuh kembang balita, pendampingan terhadap ibu hamil, hingga penyusunan laporan yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah.

Kepala Desa Talang Mandung, Lilin Ardini, menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan masa depan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat agar setiap anak memperoleh hak atas asupan gizi yang cukup, pelayanan kesehatan yang memadai, sanitasi yang layak, serta pola asuh yang baik.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh kader semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga mampu melakukan pendampingan kepada masyarakat secara optimal. Data yang valid akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan stunting secara tepat sasaran,” ujarnya.

Selain meningkatkan kemampuan teknis dalam penggunaan aplikasi E-HDW, kegiatan tersebut juga menjadi wadah koordinasi antara pemerintah desa, pendamping desa, kader Posyandu, serta unsur terkait lainnya agar pelaksanaan program percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Program E-HDW merupakan bagian dari strategi percepatan penurunan stunting yang menitikberatkan pada pendampingan keluarga sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Peran kader di tingkat desa dinilai sangat penting karena menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi, melakukan pendataan, serta memantau kondisi kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.

Pemerintah Desa Talang Mandung berharap, melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta kolaborasi seluruh pihak, upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan secara maksimal.

Dengan demikian, diharapkan dapat terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.

(Enis//red)

Pos terkait