PATUT DIACUNGI JEMPOL! PENGUSAHA KECIL DARI LEMBAH ALAS DELENG POKHKISEN SUKSES TINGKATKAN EKONOMI KELUARGA MELALUI BUDIDAYA NILAM

ACEH TENGGARA – KRIMSUS86.COM,Di tengah tantangan ekonomi dan terbatasnya lapangan pekerjaan, seorang petani sekaligus pengusaha kecil dari wilayah Lembah Alas, Kecamatan Deleng Pokhkisen, Kabupaten Aceh Tenggara, berhasil membuktikan bahwa sektor pertanian mampu menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Sosok inspiratif tersebut adalah Sultan Ependi, seorang petani nilam yang sukses meningkatkan perekonomian keluarganya melalui ketekunan, kerja keras, dan pengelolaan usaha pertanian yang berkelanjutan.

Berita Lainnya

Keberhasilan Sultan Ependi dalam mengembangkan budidaya nilam patut diapresiasi. Dari sektor pertanian yang selama ini kerap dipandang sebelah mata, ia mampu membangun sumber pendapatan yang cukup menjanjikan bagi keluarganya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kaporwil Krimsus86.com, Sultan Ependi mampu melakukan panen nilam sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Dari usaha tersebut, pendapatan tahunannya dilaporkan mencapai Rp148.000.000.

Adapun data usaha pertanian nilam milik Sultan Ependi sebagai berikut:

– Nama Petani: Sultan Ependi

– Komoditas: Tanaman Nilam

– Lokasi: Lembah Alas, Kecamatan Deleng Pokhkisen, Kabupaten Aceh Tenggara

– Frekuensi Panen: Tiga kali dalam setahun

– Pendapatan Tahunan: Rp148.000.000

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa sektor pertanian, khususnya budidaya nilam, memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan apabila dikelola dengan baik.

“Alhamdulillah, dari nilam ini ekonomi keluarga terbantu. Setahun bisa tiga kali panen. Kuncinya tekun dan tidak malu menjadi petani,” ujar Sultan Ependi saat ditemui awak media.

Tanaman nilam dikenal sebagai salah satu komoditas perkebunan penghasil minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Minyak nilam banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri parfum, kosmetik, serta berbagai produk wewangian.

Nilam asal Aceh juga dikenal memiliki kualitas yang diminati pasar. Berdasarkan informasi yang diperoleh, harga minyak nilam disebut mencapai Rp1.850.000 per kilogram, meskipun harga dapat berubah mengikuti kualitas produk dan kondisi pasar.

Potensi tersebut menjadikan budidaya nilam sebagai salah satu peluang usaha yang layak dikembangkan oleh masyarakat, terutama di wilayah Aceh Tenggara yang memiliki potensi sumber daya alam dan lahan pertanian.

Keberhasilan Sultan Ependi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tidak gengsi menggeluti sektor pertanian. Sebaliknya, pertanian perlu dipandang sebagai peluang usaha produktif yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi.

Keberhasilan petani nilam seperti Sultan Ependi diharapkan mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, khususnya melalui Dinas Pertanian.

Dukungan berupa pembinaan teknis, penyediaan bibit unggul, peningkatan kualitas hasil produksi, serta akses pemasaran yang lebih luas dinilai penting untuk mendorong perkembangan sektor pertanian nilam.

Dengan dukungan pemerintah dan semangat para petani, komoditas nilam berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di wilayah Lembah Alas dan Kecamatan Deleng Pokhkisen.

Kisah Sultan Ependi menjadi gambaran bahwa kesuksesan tidak selalu harus diraih melalui pekerjaan di sektor formal. Dengan ketekunan, keberanian, dan pemanfaatan potensi lokal, seorang petani kecil pun mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga.

DARI LEMBAH ALAS UNTUK ACEH TENGGARA!

Petani sejahtera, ekonomi bangkit. Pertanian maju, masyarakat mandiri.

Penulis: TOMI PASLA

Media: KRIMSUS86.COM

Pos terkait