KARAWANG | Krimsus86.com – Seorang orang tua calon peserta didik, Jamal, mengaku kecewa terhadap pelayanan panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMKN 1 Karawang. Ia mempertanyakan proses seleksi jalur prestasi setelah menemukan adanya perbedaan informasi yang diterimanya selama tahapan pendaftaran.
Jamal mengatakan, anaknya didaftarkan melalui jalur prestasi pada SPMB SMKN 1 Karawang. Selama proses seleksi, ia mengaku hanya menerima pemberitahuan untuk melakukan perbaikan berkas dengan masa sanggah hingga 15 Juni 2026. Tidak ada informasi lain yang menyatakan bahwa anaknya lolos seleksi ataupun diminta hadir ke sekolah.
Untuk memastikan status anaknya, Jamal kemudian mendatangi SMKN 1 Karawang pada 12 Juni 2026. Saat bertemu dengan panitia SPMB, ia mengaku mendapat penjelasan bahwa berdasarkan data di sistem, anaknya sebenarnya dinyatakan diterima. Bahkan, menurut panitia, telah ada surat pemberitahuan yang meminta orang tua datang ke sekolah pada 10 Juni 2026.
Namun, Jamal mengaku tidak pernah menerima surat maupun informasi tersebut. Ia pun merasa heran ketika justru dianggap lalai karena tidak hadir sesuai jadwal yang disebutkan panitia.
“Saya kaget karena kata panitia yang berinisial J, surat yang diterima pihak sekolah menyatakan anak saya diterima dan harus datang ke sekolah tanggal 10 Juni. Tetapi kenyataannya berbeda dengan yang saya terima. Saya hanya mendapatkan pemberitahuan untuk melakukan perbaikan berkas, tidak ada informasi bahwa anak saya diterima atau diminta datang ke sekolah,” kata Jamal, Rabu (17/6).
Ia mempertanyakan mekanisme penyampaian informasi yang dilakukan panitia SPMB. Menurutnya, apabila pihak sekolah telah menerima pemberitahuan bahwa anaknya dinyatakan diterima, seharusnya panitia juga menghubungi orang tua agar informasi tersebut dapat diterima dengan jelas.
“Kalau memang sekolah sudah menerima pemberitahuan, seharusnya pihak panitia bisa menghubungi orang tua agar datang ke sekolah. Itu yang saya pertanyakan,” tandasnya.
Selain persoalan pemberitahuan, Jamal juga mengaku menemukan perbedaan data prestasi anaknya. Menurut informasi yang ditunjukkan pihak sekolah, sistem hanya mencatat satu sertifikat prestasi, padahal saat pendaftaran pihaknya telah mengunggah empat sertifikat prestasi yang dimiliki anaknya.
Jamal juga menilai pelayanan panitia belum memberikan ruang yang cukup bagi orang tua untuk memperoleh penjelasan secara menyeluruh. Saat ia meminta klarifikasi lebih lanjut, pembicaraan disebut terhenti karena panitia menyampaikan akan mengikuti rapat.
Karena belum memperoleh kepastian, Jamal kembali mendatangi SMKN 1 Karawang pada Selasa (17/6). Namun, ia mengaku kembali diarahkan untuk mengikuti pendaftaran tahap II. Kondisi tersebut membuatnya merasa belum mendapatkan jawaban atas persoalan yang dipertanyakannya.
“Saya sebagai warga Karawang merasa kecewa. Saya hanya ingin mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai status anak saya serta proses seleksi yang dijalankan,” tegasnya.
Jamal berharap pihak SMKN 1 Karawang maupun instansi terkait dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB, memberikan penjelasan atas perbedaan data yang diterimanya, serta memastikan seluruh proses seleksi berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian bagi calon peserta didik maupun orang tua.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMKN 1 Karawang belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut.
Dicky/ red






