Oknum Kades Garung Lor Sukoharjo Diduga Selewengkan Dana Desa untuk Kepentingan Pribadi

WONOSOBO KRIMSUS86.COM – Dugaan penyelewengan dana desa kembali mencuat di Kabupaten Wonosobo. Kali ini, oknum Kepala Desa Garung Lor, Kecamatan Sukoharjo, diduga menyalahgunakan anggaran desa yang dialokasikan untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan tersebut muncul setelah sejumlah warga menilai penggunaan anggaran desa tidak sesuai dengan peruntukannya. Dana yang seharusnya digunakan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan pembangunan desa diduga justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Berita Lainnya

Beberapa warga mengaku menemukan ketidaksesuaian antara laporan penggunaan anggaran dengan realisasi kegiatan di lapangan. Bahkan, sejumlah proyek yang tercantum dalam laporan anggaran disebut tidak terlihat wujudnya atau pelaksanaannya dinilai tidak maksimal.

“Warga berharap ada transparansi penggunaan dana desa karena anggaran tersebut berasal dari negara dan diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Kasus dugaan penyalahgunaan dana desa maupun dana ketahanan pangan sendiri bukan hal baru. Sebelumnya, sejumlah laporan serupa juga pernah mencuat di beberapa wilayah terkait indikasi penggunaan anggaran yang tidak sesuai aturan dan diduga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oleh oknum aparat desa.

Masyarakat mendesak agar pihak terkait, baik Inspektorat Kabupaten Wonosobo maupun aparat penegak hukum, segera melakukan audit dan penyelidikan secara menyeluruh guna memastikan penggunaan anggaran desa berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Warga menilai langkah pemeriksaan secara transparan sangat penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana desa serta mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran di kemudian hari.

Saat dikonfirmasi, pihak Kepala Desa Garung Lor disebut menyampaikan bahwa anggaran tersebut telah dikembalikan ke kas desa. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak perangkat desa terkait mekanisme maupun bukti pengembalian anggaran dimaksud.

Tim investigasi masih terus berupaya melakukan pendalaman dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang dan akurat.

Pewarta:Cakmet//tim

Pos terkait