Nurdin Tajudin Nyatakan Kesiapan Maju di Pilkades Cengkong, Bawa Pesan Politik Santun dan Persatuan

KARAWANG/Krimsus86.com, —
Suasana politik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Cengkong, Kecamatan Purwasari, Kabupaten Karawang, mulai menghangat. Sejumlah nama mulai bermunculan dan menyatakan kesiapan untuk ikut dalam kontestasi memperebutkan kursi Kepala Desa Cengkong.
Salah satu sosok yang siap meramaikan bursa tersebut adalah Nurdin Tajudin, seorang kepala dusun yang selama ini bersentuhan langsung dengan kehidupan dan berbagai persoalan masyarakat di tingkat bawah.

Ditemui di kediamannya, Senin, 7 September 2026, Nurdin secara terbuka menyampaikan kesiapannya untuk mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Kepala Desa Cengkong.
Bagi Nurdin, langkah tersebut bukan sekadar pertarungan untuk meraih jabatan. Ia menyebut pencalonannya sebagai bagian dari ikhtiar untuk memberikan pengabdian sekaligus mendorong Desa Cengkong agar terus berkembang dan menjadi lebih baik.

Berita Lainnya

Namun, di balik kesiapannya memasuki arena politik desa, Nurdin justru menitipkan pesan yang jauh lebih besar: jangan sampai pesta demokrasi mengorbankan persaudaraan warga.
Menurutnya, seluruh kandidat yang nantinya ikut dalam kontestasi merupakan putra-putri terbaik Desa Cengkong yang memiliki tujuan yang sama, yakni membangun dan memajukan desa.
“Kita ini putra-putri terbaik Desa Cengkong, yang bertujuan untuk memajukan Desa Cengkong yang tercinta ini menjadi lebih baik lagi,” ujar Nurdin.

Ia pun mengajak seluruh bakal calon maupun pendukung masing-masing untuk mengedepankan politik yang santun, dewasa, serta tetap menjaga kerukunan dan kondusivitas masyarakat.
Nurdin mengingatkan, perbedaan pilihan politik merupakan bagian dari demokrasi. Karena itu, perbedaan tersebut jangan sampai berubah menjadi permusuhan atau memutus tali silaturahmi antarwarga.

“Saya harap kita semua menjaga nilai kerukunan. Jangan sampai terjadi perpecahan di dalam politik, karena dalam politik kalah dan menang itu sudah biasa. Yang menang akan menjadi kepala desa kita, dan yang kalah tetap menjadi warga Desa Cengkong,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Pilkades sejatinya adalah sebuah pesta demokrasi masyarakat desa. Persaingan boleh terjadi, perbedaan pilihan adalah hal yang wajar, tetapi persaudaraan harus tetap dijaga.
Sebab, ketika seluruh tahapan pemilihan berakhir dan hasil telah ditetapkan, tidak ada lagi sekat antara pendukung yang menang maupun yang kalah. Semuanya kembali menjadi satu: warga Desa Cengkong.

Bagi Nurdin, kemenangan tidak semata-mata diukur dari keberhasilan menduduki kursi kepala desa. Lebih dari itu, kemenangan adalah ketika masyarakat tetap bersatu dan seluruh elemen desa mampu berjalan bersama untuk membangun Cengkong.
Dengan menyatakan kesiapannya maju, kehadiran Nurdin Tajudin menambah warna dalam dinamika menuju Pilkades Cengkong. Kontestasi pun diprediksi semakin menarik untuk diikuti.

Namun di tengah persaingan yang mulai menghangat, satu pesan yang ia gaungkan tetap sederhana: berbeda pilihan tidak harus berbeda persaudaraan.
Pada akhirnya, siapa pun yang dipercaya masyarakat nantinya, harapan terbesar tetap sama—Desa Cengkong yang semakin maju, aman, rukun, dan sejahtera.

(Red)*

Pos terkait