MUSPROVLUB MUAYTHAI SUMSEL TETAPKAN RYONALDO JULIANTINO PIMPIN ORGANISASI PERIODE 2026-2030

Palembang Krimsus86.com – Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia Sumatera Selatan yang digelar pada Jumat (15/5/2026) menetapkan Ryonaldo Juliantino, S.Kom., MAP sebagai Ketua Muaythai Sumsel periode 2026-2030 secara aklamasi.

Dalam susunan kepengurusan baru tersebut, H. Darmawan, S.H., M.H dipercaya sebagai Wakil Ketua, Herlenah, S.E., M.Si menjabat Sekretaris, Sari Afriani, S.Pd., M.Si sebagai Wakil Sekretaris, KGS M. Irawan, A.Md sebagai Bendahara, serta Ice Trisnawati, S.E., S.T., M.T sebagai Wakil Bendahara.

Berita Lainnya

Usai pelaksanaan Musprovlub, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Muaythai Sumsel periode 2026-2030 serta pelantikan pengurus Muaythai dari 11 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Ketua Muaythai Sumsel terpilih, Ryonaldo Juliantino mengatakan amanah yang diberikan kepadanya akan dijalankan dengan fokus membenahi organisasi dan memperkuat pembinaan atlet di daerah.

“Kami ingin organisasi ini bergerak cepat, membina camp-camp yang ada serta menyelesaikan persoalan organisasi agar pengurus kabupaten dan kota dapat fokus membina atlet-atlet mereka,” ujarnya.

Ia menegaskan Muaythai Sumsel memiliki potensi atlet yang besar dan optimistis mampu meraih prestasi maksimal pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang di Sulawesi Utara.

“Target kita tentu emas. Atlet Muaythai Sumsel sebenarnya sangat potensial. Selama ini banyak atlet berpindah ke cabang olahraga lain karena organisasi yang kurang sehat. Ke depan hal tersebut tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, kepengurusan baru akan langsung melakukan pembinaan terhadap klub-klub Muaythai di Sumsel. Saat ini, di Kota Palembang tercatat terdapat tujuh klub aktif yang menjadi basis pembinaan atlet.

Selain itu, Muaythai Sumsel juga akan memperluas pengenalan olahraga Muaythai ke lingkungan sekolah melalui program ekstrakurikuler di tingkat SMP, SMA dan SMK.

“Kami ingin membumikan Muaythai di Sumsel. Karena itu kami akan berkomunikasi dengan sekolah-sekolah agar Muaythai dapat menjadi kegiatan ekstrakurikuler,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumsel, H. Tubagus Sulaiman, S.H., M.H menyambut baik suksesnya pelaksanaan Musprovlub Muaythai Sumsel dan berharap kepengurusan baru mampu membawa prestasi bagi daerah.

“Kedepan kita membutuhkan pengurus yang benar-benar mau berkorban untuk olahraga. Meski anggaran saat ini mengalami efisiensi, kami tetap berupaya agar pembinaan olahraga berjalan maksimal,” ujarnya.

Tubagus menegaskan KONI Sumsel tetap berkomitmen menjaga tata kelola organisasi yang baik sekaligus mendukung pembinaan atlet berprestasi menuju PON mendatang.

“Tugas KONI membina atlet yang sudah berprestasi, sedangkan tugas pengprov melahirkan atlet-atlet potensial dan berprestasi,” tegasnya.

Kepala Seksi Olahraga Prestasi, Industri dan Promosi Olahraga Dispora Sumsel, Max Irwanto turut mengapresiasi suksesnya Musprovlub Muaythai Sumsel. Ia berharap kepengurusan baru mampu melahirkan pelatih, wasit dan juri berkualitas yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Walaupun anggaran saat ini minim karena efisiensi, kami berharap Muaythai Sumsel tetap mampu menjadi penyumbang medali di tingkat nasional dan internasional,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Harian PB Muaythai Indonesia, Dr. Fachrul Razi, S.IP menegaskan tantangan Muaythai Sumsel bukan hanya bersaing dengan daerah lain di Indonesia, tetapi juga menghadapi negara asal olahraga tersebut, Thailand.

“Lawan kita bukan Jakarta atau Surabaya, tetapi Thailand. Sumsel sebagai tanah Sriwijaya harus mampu melahirkan petarung Muaythai yang bisa bertarung di level internasional,” ujarnya.

Fachrul juga menargetkan Pengprov Muaythai Sumsel mampu meraih minimal dua medali emas pada PON mendatang. Ia menilai selama ini banyak atlet berpindah ke daerah lain akibat minimnya kompetisi dan pertandingan di Sumsel.

“Kalau tidak ada pertandingan, atlet tidak punya jam terbang. Pengurus jangan sibuk dengan urusan internal, tetapi harus memperbanyak event agar atlet berkembang,” pungkasnya.

Pewarta : Hendri Gradak

Pos terkait