Kotabumi, Lampung Utara Krimsus86.com – Momentum Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, menjadi refleksi mendalam atas perjalanan hidup dan pengabdian almarhum Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, sosok prajurit yang dikenal tegas, nasionalis, dan konsisten menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kenangan tentang Ryamizard kembali mengemuka saat perhatian tertuju pada RSUD Ryacudu di Kotabumi, Lampung Utara. Nama rumah sakit tersebut tidak hanya menjadi identitas sebuah fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga simbol sejarah panjang keluarga Ryacudu yang telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa dan daerah Lampung.
Jejak pengabdian keluarga Ryacudu berawal dari Mayjen TNI Musannif Ryacudu, seorang pejuang dan perwira tinggi Angkatan Darat yang dikenal dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Semangat perjuangan itu kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya, termasuk Ryamizard Ryacudu yang meniti karier militer hingga mencapai puncak kepemimpinan sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Menteri Pertahanan Republik Indonesia.
Sepanjang perjalanan pengabdiannya, Ryamizard dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi disiplin, loyalitas, dan komitmen terhadap negara. Salah satu pernyataannya yang paling dikenang adalah, “Politik tentara adalah politik negara,” yang mencerminkan pandangannya mengenai posisi TNI sebagai alat negara yang harus berdiri di atas semua kepentingan golongan.
Dalam berbagai kesempatan, Ryamizard menegaskan bahwa keutuhan NKRI merupakan harga mati. Sikap tegasnya terhadap ancaman disintegrasi bangsa menjadikannya figur yang dihormati banyak kalangan, meskipun tidak lepas dari berbagai dinamika dan perbedaan pandangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain dikenal sebagai tokoh militer nasional, keluarga Ryacudu juga memiliki kontribusi besar dalam pemerintahan daerah. Syamsurya Ryacudu, adik kandung Ryamizard, pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur dan Gubernur Lampung. Sosok yang akrab disapa Bang Sam itu dikenal lebih dekat dengan masyarakat dan memiliki gaya kepemimpinan yang sederhana serta humanis.
Kepergian Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu menjadi kehilangan bagi bangsa Indonesia. Namun nilai-nilai pengabdian, ketegasan, nasionalisme, dan kecintaannya kepada tanah air akan terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Kini, nama Ryacudu tidak hanya tercatat dalam lembar sejarah, tetapi juga hidup dalam ingatan masyarakat Lampung dan Indonesia. Sebagai simbol pengabdian kepada bangsa, nama tersebut akan terus dikenang sebagai bagian dari perjalanan panjang menjaga kehormatan, persatuan, dan kedaulatan Republik Indonesia.
(Sahrul)






