Indramayu, Jawa Barat – 15 Juni 2026
Media massa memiliki peran strategis sebagai sarana penyampaian informasi, pendidikan, hiburan, serta kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, fungsi media sebagai pengawas sosial (social control) menjadi semakin penting guna menjaga keseimbangan informasi yang diterima masyarakat.
Koordinator Wilayah Jawa Barat Krimsus86.com, Wardono Hasan Saputra, S.E., menegaskan bahwa profesionalisme dan independensi media merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas jurnalistik. Namun demikian, dinamika industri media saat ini menghadirkan berbagai tantangan, termasuk pengaruh kepentingan ekonomi dan pemilik modal yang berpotensi memengaruhi arah pemberitaan.
“Media idealnya tetap berpegang pada prinsip objektivitas, akurasi, dan keberimbangan informasi. Masyarakat berhak memperoleh informasi yang benar, terpercaya, dan bermanfaat bagi kehidupan sosial,” ujar Wardono.
Menurutnya, tidak semua media dan jurnalis terpengaruh oleh kepentingan tertentu. Masih banyak insan pers yang menjalankan profesinya secara profesional dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Namun, masyarakat tetap perlu memiliki kemampuan literasi media agar dapat menyaring informasi secara kritis dan bijaksana.
Dalam proses komunikasi massa, masyarakat memegang peranan penting sebagai audiens sekaligus konsumen informasi. Ketika informasi yang diterima tidak diverifikasi dengan baik, maka berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, pembentukan opini yang keliru, hingga dampak sosial yang merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Media massa diketahui memiliki pengaruh besar terhadap pola pikir, perilaku, gaya hidup, dan pembentukan opini publik. Berdasarkan teori komunikasi, dampak media tidak hanya bersifat kognitif (pengetahuan) dan afektif (perasaan), tetapi juga dapat memengaruhi perilaku masyarakat. Oleh karena itu, kualitas dan akurasi pemberitaan menjadi faktor yang sangat menentukan dalam menciptakan masyarakat yang cerdas dan kritis.
Selain media arus utama, perkembangan media komunitas juga memberikan kontribusi positif dalam memperluas akses informasi. Media komunitas dapat menjadi sarana partisipasi masyarakat sekaligus alat kontrol terhadap berbagai isu yang berkembang di lingkungan sekitar. Kehadirannya juga dapat membantu mengawasi praktik-praktik media yang menyimpang dari prinsip-prinsip jurnalistik yang sehat.
Wardono menambahkan bahwa media massa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui pemberitaan yang edukatif, berimbang, dan konstruktif, media dapat menjadi mitra strategis dalam memperkuat demokrasi serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Media yang profesional bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran publik, mengedukasi masyarakat, serta menjadi pengawas sosial demi terciptanya kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.
Penulis: Wardono Hasan Saputra, S.E.






