Laporan Warga Ditindaklanjuti Cepat, PLT Kepala DLH Muba Dorong Gerakan Kebersihan Berbasis Masyarakat

SEKAYU, MUSI BANYUASIN | — Laporan masyarakat terkait tumpukan sampah di kawasan depan SMA Negeri 1 Sekayu mendapat respons cepat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Banyuasin.

Pelaksana Tugas (PLT) Kepala DLH Muba, Drs. M. Thabrani Rizki, langsung mengerahkan jajaran untuk melakukan pembersihan di lokasi yang sebelumnya dilaporkan terdapat sampah berserakan hingga memenuhi sejumlah bagian saluran air.

Berita Lainnya

Respons tersebut menjadi bentuk tindak lanjut pemerintah terhadap laporan masyarakat sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Namun, bagi Thabrani, persoalan sampah tidak cukup hanya diselesaikan dengan mengangkut sampah yang sudah menumpuk. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat harus menjadi bagian utama dalam upaya menjaga kebersihan secara berkelanjutan.

DLH Akan Kumpulkan RT dan Masyarakat

Thabrani menyampaikan rencana untuk mengumpulkan seluruh ketua RT bersama masyarakat di Kantor DLH Muba. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah membangun kesepahaman mengenai kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat.

“Kita akan kumpulkan seluruh RT dan masyarakat di kantor DLH. Kita jaga kebersihan ini bersama-sama, sedikit demi sedikit. Jangan hanya mengandalkan pemerintah, masyarakat juga harus ikut menjaga kebersihan Kota Sekayu,” ujar Thabrani.

Menurutnya, kebersihan Kota Sekayu tidak mungkin sepenuhnya dibebankan kepada petugas DLH. Pemerintah memiliki kewajiban memberikan pelayanan, tetapi masyarakat juga mempunyai peran penting untuk menjaga lingkungan masing-masing.

Sampah di Saluran Air Perlu Dicegah

Tumpukan sampah di sekitar lokasi sebelumnya tidak hanya mengganggu kebersihan dan estetika lingkungan. Sampah yang masuk ke parit juga berpotensi menghambat aliran air dan dapat memperburuk persoalan drainase ketika terjadi hujan.

Karena itu, pembersihan yang dilakukan DLH dinilai sebagai langkah awal yang perlu diikuti dengan upaya pencegahan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Perubahan pola penanganan sampah juga dinilai penting. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah sampah menumpuk, sementara masyarakat menunggu petugas datang untuk membersihkannya.

Peran RT Dinilai Strategis

Dalam membangun budaya kebersihan, peran ketua RT dinilai sangat strategis karena berada paling dekat dengan masyarakat.

RT dapat menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam menyampaikan laporan terkait titik rawan penumpukan sampah maupun persoalan kebersihan lainnya.

Jika ditemukan lingkungan yang mulai dipenuhi sampah, laporan dapat segera disampaikan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Di sisi lain, masyarakat juga perlu membangun kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Jangan Menunggu Viral untuk Bertindak

Langkah cepat DLH Muba menindaklanjuti laporan warga menunjukkan bahwa persoalan pelayanan publik tidak harus menunggu menjadi viral terlebih dahulu untuk mendapatkan perhatian.

Laporan masyarakat yang disampaikan melalui jalur yang tepat dapat menjadi dasar pemerintah melakukan tindakan di lapangan.

Meski demikian, pembersihan tidak boleh berhenti setelah sampah diangkut. Pemerintah dan masyarakat perlu memastikan lokasi yang telah dibersihkan tetap terjaga.

Rencana pertemuan antara DLH, para RT dan masyarakat diharapkan dapat diwujudkan menjadi gerakan kebersihan yang konsisten, terukur dan berkelanjutan.

“Sedikit demi sedikit, titik demi titik, lingkungan demi lingkungan. Kalau pemerintah dan masyarakat bergerak bersama, wajah Kota Sekayu bisa berubah.”

Pemerintah hadir untuk bekerja, masyarakat hadir untuk menjaga. Kebersihan Sekayu pada akhirnya merupakan tanggung jawab bersama.

Krimsus86.com — Tajam Mengungkap, Berimbang Memberitakan.

Pos terkait