Kepala DLH Muba Tekankan Disiplin, Koordinasi, dan Evaluasi Berkelanjutan di Lapangan
SEKAYU, MUSI BANYUASIN | Krimsus86.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Banyuasin memperketat pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas petugas kebersihan dan pertamanan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kebersihan sekaligus menjaga ketertiban dan keindahan lingkungan di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.
Pada Jumat, 14 Agustus 2026, jajaran DLH Muba menggelar rapat bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Drs. M. Thabrani Rizki dan sejumlah pejabat eselon III. Dalam rapat tersebut, arahan secara khusus diberikan kepada para mandor kebersihan dan pertamanan yang membawahi tenaga PPPK-PW dan outsourcing.
Pembinaan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan rutin, tetapi juga menekankan pentingnya fungsi pembinaan, pengawasan, koordinasi, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku di lingkungan DLH Muba.
Para mandor diminta tidak menganggap tugas pengawasan sebagai kegiatan administratif semata. Mereka harus memahami wilayah kerja, tanggung jawab personel, pembagian tugas, serta mekanisme koordinasi sehingga setiap pekerjaan dapat berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Kepala DLH Muba menekankan agar seluruh kegiatan dilaksanakan secara tertib, terarah dan berkelanjutan. Dengan pengawasan yang lebih optimal, berbagai persoalan di lapangan diharapkan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Fungsi mandor menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan pelayanan kebersihan dan pertamanan. Selain mengatur tenaga kerja, mandor juga dituntut memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan serta segera melaporkan apabila ditemukan kendala maupun permasalahan di lapangan.
“Pengawasan tanpa tindak lanjut hanya akan menjadi rutinitas. Karena itu, evaluasi menjadi bagian penting dari pembinaan,” demikian penekanan dalam kegiatan tersebut.
DLH Muba selanjutnya akan melakukan evaluasi terhadap hasil pembinaan sebagai bahan tindak lanjut dan dasar perbaikan pelaksanaan tugas ke depan. Evaluasi tersebut diharapkan dapat mengukur sejauh mana arahan yang telah diberikan benar-benar diterapkan oleh seluruh petugas di lapangan.
Langkah ini sekaligus menjadi penegasan bahwa disiplin kerja dan kualitas pelayanan publik harus berjalan beriringan. Tenaga kebersihan dan pertamanan memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan, keindahan, serta wajah Kabupaten Musi Banyuasin.
Masyarakat pada akhirnya tidak hanya menilai kinerja pemerintah dari rapat dan instruksi, tetapi dari hasil nyata yang dapat dirasakan dan dilihat secara langsung. Lingkungan yang bersih, ruang publik yang terawat, koordinasi yang berjalan baik, serta kehadiran petugas sesuai tanggung jawab menjadi indikator penting keberhasilan pelayanan.
Karena itu, pembinaan harus menghasilkan perubahan yang terukur, pengawasan harus menghasilkan kepatuhan, dan evaluasi harus melahirkan perbaikan.
DLH Muba kini dituntut memastikan seluruh arahan tersebut tidak berhenti di ruang rapat, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kinerja nyata dan pelayanan kebersihan yang semakin baik di lapangan.
(Enis//red)






