LOMBOK TENGAH, KRIMSUS86.COM — Karang Taruna Kecamatan (KTK) Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, menyambut baik dorongan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat agar Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal memimpin KONI NTB.
Dukungan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan NTB dalam memperkuat persiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang. Terlebih, sejumlah venue dan lokasi kegiatan olahraga berada di kawasan selatan Lombok Tengah, khususnya Kecamatan Pujut yang merupakan bagian penting dari kawasan Mandalika.
Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga Karang Taruna Kecamatan Pujut, Sumaji, S.H., mengatakan kepemimpinan Gubernur NTB di tubuh KONI NTB dinilai dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam memaksimalkan persiapan dan menyukseskan pelaksanaan PON.
“Kami dari KTK Pujut menyambut baik dorongan Ketua KONI Pusat agar Gubernur NTB menjadi Ketua KONI NTB. Bagi kami, ini sangat relevan dengan kebutuhan NTB saat ini, terutama dalam memaksimalkan persiapan dan menyukseskan PON yang akan datang,” ujar Sumaji di Lombok Tengah, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Sumaji, Kecamatan Pujut memiliki posisi strategis karena kawasan Mandalika telah dikenal sebagai salah satu kawasan sport tourism. Kawasan tersebut juga memiliki pengalaman menjadi lokasi berbagai kegiatan dan event olahraga.
“Selatan Lombok, khususnya Mandalika, sudah memiliki pengalaman menjadi lokasi berbagai event olahraga. Mandalika juga dikenal sebagai kawasan sport tourism. Karena itu, ketika PON mendatang digelar di NTB, kami melihat kawasan Pujut dan Mandalika akan memiliki peran penting,” katanya.
Ia menilai keberadaan sejumlah venue dan titik kegiatan PON di wilayah selatan Lombok membuat sinergi antara pemerintah daerah, KONI, masyarakat, pemuda, serta seluruh pemangku kepentingan perlu diperkuat sejak dini.
Menurutnya, penyelenggaraan PON tidak hanya berkaitan dengan pertandingan olahraga, tetapi juga menyangkut berbagai aspek pendukung, mulai dari infrastruktur, transportasi, keamanan, kesehatan, pariwisata, UMKM, kepemudaan hingga keterlibatan masyarakat.
“PON bukan hanya persoalan pertandingan olahraga. Ada persoalan infrastruktur, keamanan, transportasi, kesehatan, pariwisata, UMKM, kepemudaan, sampai keterlibatan masyarakat. Karena itu, dibutuhkan koordinasi lintas sektor yang kuat,” ujar Sumaji.
Sumaji juga menyinggung posisi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi Ketua KONI NTT. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kepala daerah dapat mengambil peran strategis dalam mendorong pengembangan olahraga sekaligus memperkuat koordinasi pembangunan olahraga di daerah.
“Kalau Gubernur NTT menjadi Ketua KONI NTT, maka menurut kami Gubernur NTB juga relevan untuk memimpin KONI NTB. Apalagi tantangan NTB ke depan sangat besar karena kita harus memaksimalkan persiapan sebagai tuan rumah PON,” katanya.
Ia menegaskan, dukungan KTK Pujut bukan semata-mata mengenai figur yang memimpin KONI, melainkan lebih kepada kebutuhan untuk membangun konsolidasi dan koordinasi yang kuat dalam menghadapi agenda olahraga nasional tersebut.
“Yang kami dorong adalah kepemimpinan yang mampu mengonsolidasikan seluruh kekuatan daerah. Kami ingin PON di NTB bukan hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi, pariwisata, kepemudaan dan olahraga bagi masyarakat,” tegasnya.
Sumaji berharap seluruh elemen daerah, mulai dari pemerintah, KONI, organisasi kepemudaan, komunitas olahraga, pelaku pariwisata hingga masyarakat, dapat membangun kolaborasi sejak dini.
KTK Pujut, lanjutnya, siap mengambil bagian dalam mendukung persiapan dan kesuksesan penyelenggaraan PON di NTB.
“KTK Pujut siap mengambil bagian. Kami ingin pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari kesuksesan PON. Karena itu, kami menyambut baik dorongan agar Gubernur NTB memimpin KONI. Bagi kami, ini bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga nama baik NTB sebagai tuan rumah,” pungkas Sumaji.
(Jaswadi//red)






