Ketua Umum MUI: Program Makan Bergizi Gratis Beri Manfaat Besar, Penyimpangan Harus Ditindak Bukan Program Dihentikan

INDRAMAYU, JAWA BARAT | Krimsus86.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH M. Anwar Iskandar, menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat dan tidak seharusnya dihentikan hanya karena adanya oknum yang melakukan penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Menurut Kiai Anwar, penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya bagi pelajar dan santri, merupakan langkah mulia yang sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran agama. Program tersebut dinilai tidak hanya meningkatkan kualitas gizi generasi muda, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Berita Lainnya

“Program ini manfaatnya besar. Selain membantu anak-anak mendapatkan makanan bergizi, juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan UMKM,” ujar Kiai Anwar, Minggu (14/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa keberadaan dapur-dapur MBG telah menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Program ini melibatkan berbagai sektor usaha, mulai dari petani, peternak, pelaku usaha tahu dan tempe, nelayan, hingga pedagang sayur dan buah yang menjadi pemasok kebutuhan bahan pangan.

Dengan demikian, keberlangsungan program MBG dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil dan menengah.

Penyimpangan Harus Ditindak Tegas

Meski mengakui masih terdapat sejumlah penyimpangan dalam pelaksanaan program, Kiai Anwar menegaskan bahwa langkah yang tepat adalah melakukan perbaikan sistem serta menindak tegas pihak-pihak yang terbukti menyalahgunakan kewenangan.

Menurutnya, keberadaan oknum yang melakukan pelanggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menghentikan program yang telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Jika ada penyimpangan, yang harus dilakukan adalah memperbaiki sistem dan menindak pelakunya. Jangan sampai program yang baik dan bermanfaat justru dihentikan karena ulah segelintir oknum,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, Kiai Anwar juga mengingatkan bahwa setiap program besar tentu memiliki tantangan dalam pelaksanaannya. Namun fokus utama harus diarahkan pada upaya pembenahan dan pengawasan agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

“Ada lumbung, ada tikus. Tikusnya yang ditangkap, jangan lumbungnya dibakar. Menurut saya, pikiran untuk membubarkan BGN itu ditinjau kembali. Tidak semua jelek,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menjadi dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini dinilai berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan roda perekonomian rakyat.

Editor: Wardono / Korwil Jabar

Sumber: Krimsus86.com Jawa Barat

Pos terkait