Surabaya | Krimsus86.com, 20 Juni 2026 – Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia Jawa Timur (KAKI Jatim), Moh Hosen, menegaskan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun demikian, ia mengingatkan agar pelaksanaan program tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
Menurut Moh Hosen, Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, menekan angka stunting, serta mendukung terwujudnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa perlu berperan aktif mengawal pelaksanaannya agar manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan yang sangat mulia dan strategis bagi masa depan bangsa. Kami mendukung penuh pelaksanaannya, namun jangan sampai program ini dijadikan ladang bisnis atau sarana memperkaya diri oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Moh Hosen, Sabtu (20/6/2026).
Ia menilai besarnya anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program tersebut menuntut adanya pengawasan yang ketat, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, setiap penggunaan anggaran negara harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada publik.
“Kualitas makanan harus tetap terjaga sesuai standar yang telah ditetapkan. Jangan sampai terjadi pengurangan kualitas, mark-up anggaran, ataupun praktik-praktik yang merugikan negara dan masyarakat,” tegasnya.
Moh Hosen menambahkan bahwa penyalahgunaan anggaran dalam program yang diperuntukkan bagi anak-anak sekolah merupakan tindakan yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai kepentingan rakyat serta masa depan generasi penerus bangsa.
“Siapa pun yang mencoba mengambil keuntungan pribadi dari program ini telah mengkhianati amanah rakyat dan hak anak-anak Indonesia untuk memperoleh gizi yang layak,” katanya.
KAKI Jatim juga mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap setiap indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Kami mendukung programnya dan pada saat yang sama akan terus mengawasi pelaksanaannya. Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang terbukti menyalahgunakan anggaran negara,” ujar Moh Hosen.
Selain itu, KAKI Jatim mengajak masyarakat, media massa, aktivis antikorupsi, serta berbagai lembaga pengawas untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan pemerintah.
“Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan pengawasan yang kuat dan pelaksanaan yang transparan, program ini dapat menjadi investasi besar bagi masa depan Indonesia,” pungkasnya.
(Ridho//red)






