JAMBI – KRIMSUS86.COM – Kapolresta Jambi menghadiri Upacara Pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jambi, Senin (20/7/2026).
Upacara dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., serta dihadiri Wakapolda Jambi, Danrem 042/Garuda Putih, Irwasda Polda Jambi, para Pejabat Utama Polda Jambi, Kapolresta Jambi, Kapolres Muaro Jambi, Dandenpom II/2 Jambi, dan Dandim 0415/Jambi.
Prosesi pembukaan pendidikan diawali dengan penyematan tanda peserta didik secara simbolis sebagai penanda dimulainya Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan SPKT Tahun Anggaran 2026.
Dalam amanatnya, Kapolda Jambi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta didik yang telah berhasil melewati proses seleksi dan memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan pembentukan Bintara Polri.
Kapolda menjelaskan bahwa pendidikan akan berlangsung selama lima bulan sebagai bagian dari program strategis Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui penguatan fungsi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Secara nasional, Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 diikuti sebanyak 4.792 peserta didik, terdiri dari 708 perempuan dan 4.084 laki-laki yang mengikuti pendidikan di berbagai lembaga pendidikan Polri di seluruh Indonesia.
Kapolda menegaskan bahwa pendidikan pembentukan bukan sekadar mengubah status masyarakat sipil menjadi anggota Polri, tetapi merupakan proses transformasi pengetahuan, keterampilan, sikap, karakter, mental, dan budaya kerja agar mampu menjadi insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, serta siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pendidikan tahun ini mengusung tema “Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif.”
Menurut Kapolda, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya materi yang diberikan atau kerasnya latihan yang dijalani, tetapi dari keberhasilan membentuk personel Polri yang memiliki moralitas, integritas, kematangan berpikir, serta kemampuan bertindak secara tepat dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga memberikan tujuh pesan kepada seluruh peserta didik, yakni meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, segera menyesuaikan diri dengan disiplin kehidupan di lembaga pendidikan, mempersiapkan fisik dan mental, meninggalkan sikap manja dan individualistis, tetap mengingat perjuangan orang tua serta tujuan menjadi anggota Polri saat menghadapi tantangan, membangun semangat belajar yang tinggi, serta membuktikan tekad pengabdian kepada institusi Polri dengan mengikuti seluruh proses pendidikan secara sungguh-sungguh.
Melalui pendidikan ini diharapkan lahir Bintara Polri yang profesional, berkarakter, humanis, dan Presisi, sehingga mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
(Red)






