TAPANULI SELATAN KRIMSUS86.COM – Kondisi jembatan di Desa Simarlelan dilaporkan mengalami kerusakan parah dan longsor sejak pertengahan Februari 2026. Hingga akhir Februari 2026, perbaikan darurat dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat menggunakan batang kelapa agar jembatan tetap dapat dilalui kendaraan roda empat (R4) maupun masyarakat umum.
Jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian seperti kelapa sawit, menuju pasar, hingga akses anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Perbaikan sementara dilakukan oleh sejumlah warga bersama mantan Kepala Desa Simarlelan, NITOL0 WARUWU, yang turut membantu proses pengerjaan. Bahkan, warga dari desa tetangga, Lumut Nauli, juga ikut bergotong royong memperbaiki jembatan demi kepentingan bersama.
Namun, di tengah upaya masyarakat tersebut, muncul kekecewaan warga terhadap sikap pemerintah desa. Kepala Dusun I Desa Simarlelan, JULIUS WARUWU, menyampaikan bahwa Kepala Desa Simarlelan saat ini, SEMIELI GULO, dinilai tidak ikut membantu proses perbaikan jembatan tersebut.
“Kades tidak mau membantu memperbaiki jembatan, bahkan aparat desa dilarang ikut membantu,” ujar Julius Waruwu kepada awak media.
Masyarakat menilai kondisi tersebut menunjukkan kurangnya perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan infrastruktur yang sangat vital bagi warga. Mereka berharap adanya langkah nyata agar aktivitas masyarakat tidak terus terkendala akibat akses jalan yang rusak.
Warga juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, khususnya kepada Bupati Gus Irawan Pasaribu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, hingga Presiden RI Prabowo Subianto agar memberikan perhatian serius terhadap kondisi Desa Simarlelan yang dinilai masih tertinggal dalam pembangunan.
Selain itu, masyarakat turut mempertanyakan transparansi penggunaan dana desa. Warga mengaku tidak mengetahui secara jelas realisasi anggaran pembangunan yang seharusnya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat desa.
“Kami masyarakat Desa Simarlelan berharap pemerintah turun tangan dan memperhatikan kondisi desa kami. Infrastruktur sangat minim dan masyarakat merasa belum merasakan pembangunan secara maksimal,” ungkap salah seorang warga.
Masyarakat berharap pemerintah terkait segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi serta merealisasikan pembangunan jembatan permanen demi kelancaran aktivitas ekonomi dan pendidikan warga.
Pewarta : MHD. Efendi Zalukhu
Korwil Provinsi Sumatera Utara






