Inovasi Hilirisasi Sawit Muba Jadi Perhatian Nasional, Pabrik CPO KUD Sejahtera Siap Diresmikan

SEKAYU, MUBA | Krimsus86.com – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali mencatatkan langkah strategis dalam pembangunan ekonomi kerakyatan. Di tengah tantangan efisiensi anggaran pemerintah daerah, Pemkab Muba di bawah kepemimpinan Bupati H. M. Toha Tohet, S.H., bersama Wakil Bupati Abdur Rohman Husen, berhasil menghadirkan inovasi hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi yang kini mendapat perhatian pemerintah pusat.

Pabrik Kelapa Sawit (CPO) milik KUD Sejahtera di Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, dijadwalkan akan diresmikan pada 11–12 Agustus 2026. Agenda tersebut diproyeksikan menjadi salah satu momentum penting dalam pengembangan ekonomi kerakyatan dan hilirisasi kelapa sawit nasional.

Berita Lainnya

Presiden Republik Indonesia disebut berpeluang menghadiri peresmian tersebut. Sementara itu, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono telah memastikan kehadirannya untuk meresmikan pabrik sekaligus membuka Seminar Nasional Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi.

Kehadiran pabrik CPO berbasis koperasi ini menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari daerah mampu menarik perhatian pemerintah pusat. Model tersebut dinilai strategis dalam meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit, memperkuat kelembagaan koperasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung pada Senin (20/7/2026), Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam menghadirkan Pabrik CPO KUD Sejahtera.

“Kami dari Kementerian Koperasi sangat mengapresiasi inovasi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam menghadirkan Pabrik CPO KUD Sejahtera. Kami berharap langkah ini mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit, memperkuat kelembagaan koperasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar,” ujar Ferry.

Menurutnya, hilirisasi sawit berbasis koperasi merupakan strategi penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan adanya industri pengolahan, petani tidak hanya bergantung pada penjualan tandan buah segar (TBS), tetapi juga dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dari rantai industri kelapa sawit.

Sementara itu, Bupati Musi Banyuasin H. M. Toha Tohet, S.H., menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan Kementerian Koperasi RI kepada Kabupaten Muba.

“Terima kasih kepada Kementerian Koperasi RI atas dukungan dan kepercayaannya kepada Kabupaten Muba. Kehadiran Pabrik CPO KUD Sejahtera merupakan bagian dari strategi kami memperkuat hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi sebagai wujud dukungan terhadap Asta Cita Presiden sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan,” tegas Toha.

Ia optimistis keberadaan pabrik tersebut akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para petani kelapa sawit.

“Dengan hadirnya Pabrik CPO milik KUD Sejahtera, kami berharap nilai tambah komoditas sawit dapat dinikmati langsung oleh petani, kelembagaan koperasi semakin kuat, lapangan kerja baru tercipta, dan kesejahteraan masyarakat Muba terus meningkat. Inilah bukti bahwa koperasi mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah,” pungkasnya.

Peresmian Pabrik CPO KUD Sejahtera diperkirakan akan menjadi tonggak penting dalam sejarah pembangunan ekonomi Kabupaten Musi Banyuasin. Apabila kehadiran Presiden RI terealisasi, momentum tersebut semakin mengukuhkan posisi Muba sebagai salah satu daerah pelopor hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi di Indonesia.

Lebih dari sekadar pembangunan pabrik, langkah ini menjadi simbol penguatan ekonomi kerakyatan melalui peningkatan nilai tambah komoditas, penguatan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan petani.

Melalui inovasi tersebut, Kabupaten Musi Banyuasin menunjukkan bahwa daerah mampu menghadirkan terobosan pembangunan yang tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga berpotensi menjadi inspirasi dan rujukan bagi pengembangan ekonomi kerakyatan serta industri kelapa sawit nasional.(Enis//red)

Pos terkait