BANDAR LAMPUNG — KRIMSUS86.COM — Upaya pencegahan kejahatan terhadap perempuan dan anak dinilai perlu diperkuat mulai dari lingkungan keluarga. Peran orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan perlindungan, pemahaman hukum, serta membangun keberanian perempuan dan anak dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman maupun kekerasan.
Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam seminar dan lokakarya yang digelar Gham Bebay Lampung dengan tema “Upaya Orang Tua Mencegah Kejahatan terhadap Wanita dan Anak serta Peran Ibu dalam Menanggulanginya”.
Kegiatan berlangsung di Rumah Edukasi Budaya Lamban Gedung Kuning, Sukarame, Kota Bandar Lampung, Minggu (13/9/2026). Peserta berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan di Provinsi Lampung.
Kegiatan tersebut dihadiri Dewan Penasihat Gham Bebay Lampung yang juga mantan Kapolda Lampung, Irjen Pol (Purn) Dr. Ike Edwin, S.IK., S.H., M.H., M.M., Pembina Gham Bebay Lampung dr. Aida Sofina, Ketua Gham Bebay Lampung Hj. Widia Irianti, SP., M.Sc., serta narasumber Novianti, S.H., CPM.
Dalam sambutannya, Widia Irianti menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap lokakarya dapat menambah wawasan peserta dan diterapkan dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Terima kasih kepada para peserta yang telah hadir dalam kegiatan lokakarya tentang upaya orang tua mencegah kejahatan terhadap wanita dan anak serta peran ibu dalam menanggulanginya. Semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan kita dan dapat dipergunakan bagi lingkungan kita masing-masing,” ujar Widia.
Ike Edwin Dorong Perempuan Berani Berbicara dan Terus Belajar
Dalam kesempatan tersebut, Ike Edwin mendorong perempuan untuk terus meningkatkan kapasitas diri, berani menyampaikan pendapat, mengembangkan kreativitas, serta berperan aktif dalam kehidupan sosial.
Menurutnya, perempuan tidak seharusnya hanya berfokus pada urusan domestik, tetapi juga perlu memiliki keberanian untuk menyampaikan gagasan dan meningkatkan pengetahuan.
“Jangan sampai perempuan hanya tahu masak, tidak berani bicara dan mengeluarkan pendapat. Jangan. Kita wanita modern punya peradaban dan budaya,” tegas Ike Edwin.
Ia juga mengingatkan pentingnya kreativitas, inovasi, serta pengembangan potensi diri bagi perempuan.
“Orang diam belum tentu baik. Perempuan harus terus inovatif, penuh kreativitas dan ide. Jangan suka melamun karena dapat merusak,” katanya.
Selain itu, Ike Edwin menekankan pentingnya pemahaman hukum sebagai salah satu bekal bagi perempuan dan keluarga dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Perempuan harus mengerti dan memahami hukum, karena banyak perempuan dan anak-anak menjadi korban. Kita harus belajar terus, haus ilmu dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya, serta selalu menjaga kesehatan,” ujarnya.
Peserta Dibekali Pemahaman Hukum
Sementara itu, lokakarya menghadirkan Novianti, S.H., CPM., advokat sekaligus Ketua DPW Pekat IB Provinsi Lampung, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Novianti membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan anak, termasuk potensi permasalahan yang dapat muncul di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Materi juga mencakup pemahaman mengenai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak.
Para peserta diberikan pemahaman mengenai hak-hak perempuan dan anak serta langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi atau mengetahui adanya dugaan kekerasan maupun kejahatan terhadap perempuan dan anak.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan mengikuti materi dan diskusi mengenai upaya pencegahan serta perlindungan perempuan dan anak.
Gham Bebay Lampung berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan lokakarya, tetapi dapat diteruskan melalui edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Dengan adanya edukasi secara berkelanjutan, pemahaman mengenai perlindungan perempuan dan anak diharapkan semakin luas sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara bersama-sama.
Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut juga mendapatkan sertifikat.
(M.Dahlan//red)






