Jakarta Krimsus86.com, Senin 18 Mei 2026 – Fast Respon Indonesia Center (FRIC) menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945. Organisasi ini hadir untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa melalui edukasi, literasi, serta penguatan sinergi antara rakyat, pemerintah, TNI, dan Polri.
Ketua Umum FRIC, H. Dian Surahman melalui Ketua FRIC Jambi, Dody, menyampaikan bahwa salah satu tujuan utama negara Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menurutnya, tujuan tersebut tidak hanya dimaknai sebatas pendidikan akademik, melainkan mencakup kecerdasan intelektual, moral, sosial, hingga politik masyarakat.
“Mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya membuat masyarakat pintar secara akademis, tetapi juga membangun karakter yang jujur, bertanggung jawab, toleran, serta memahami nilai-nilai Pancasila,” ujar Dody.
Ia menjelaskan bahwa kecerdasan sosial dan politik juga penting agar masyarakat memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara, mampu berpikir kritis, serta tidak mudah terprovokasi maupun diadu domba.
Dody menambahkan, kehidupan berbangsa berkaitan dengan hubungan antarwarga, budaya, dan persatuan nasional, sedangkan kehidupan bernegara berkaitan dengan hubungan masyarakat dengan negara, termasuk kesadaran hukum dan partisipasi politik yang sehat.
Menurutnya, bangsa yang tidak memiliki pendidikan dan literasi yang baik akan mudah terpecah, dibohongi, bahkan kehilangan kemandirian.
“Negara tidak hanya bertugas memastikan rakyat kenyang melalui ketahanan pangan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kecerdasan dan wawasan agar bangsa ini tetap kuat,” tegasnya.
FRIC juga menyoroti pentingnya peran strategis TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas nasional serta memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“TNI dan Polri harus terus bersinergi menjaga bumi Nusantara. Rakyat juga harus bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi, serta ikut menjaga persatuan bangsa,” lanjut Dody.
Selain itu, FRIC mendorong pemerintah agar tetap memberikan perhatian terhadap kesejahteraan aparat negara dan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, literasi digital, serta pembentukan karakter kebangsaan.
Beberapa program yang dinilai menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa antara lain wajib belajar 12 tahun, program beasiswa KIP dan PIP, pendidikan Pancasila, serta penguatan literasi digital dan antihoaks.
Menutup pernyataannya, Dody menegaskan kesiapan FRIC untuk terus mendukung persatuan nasional demi terciptanya Indonesia yang kuat, aman, dan sejahtera.
“FRIC siap menjaga Bumi Nusantara bersama seluruh elemen bangsa demi Indonesia yang maju, kuat, dan rakyat yang makmur,” pungkasnya.(Red//Tim Media Fric)






