Lampung Selatan Krimsus86.com – Pekerjaan proyek rabat beton yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 di Desa Sukamaju, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, jalan rabat beton yang baru selesai dikerjakan beberapa bulan lalu kini sudah mengalami retak-retak di sejumlah titik.
Temuan tersebut diketahui saat awak media melakukan kontrol sosial di lokasi proyek pada Selasa, 26 Mei 2026. Melihat kondisi jalan yang dinilai memprihatinkan, tim media kemudian melakukan konfirmasi kepada pihak terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan.
Kepala UPT PU Way Sulan, Mahpudin, saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan WhatsApp menjelaskan bahwa proyek rabat beton tersebut masih dalam masa retensi atau tanggung jawab pihak kontraktor pelaksana.
“Pekerjaan itu masih masa retensi, jadi masih menjadi tanggung jawab kontraktor untuk perbaikannya,” ujar Mahpudin.
Saat ditanya terkait nama perusahaan atau CV pelaksana proyek, Mahpudin mengaku lupa dan menyarankan agar wartawan menghubungi petugas pengawas lapangan dari pihak PU yang lebih mengetahui detail pekerjaan tersebut.
“Kalau terkait CV pelaksana, saya lupa. Yang lebih paham di lokasi itu pengawas PU, Mas Bayu,” tambahnya.
Sementara itu, warga Desa Sukamaju mengeluhkan kondisi jalan yang dinilai baru seumur jagung namun sudah mengalami kerusakan. Warga menduga pekerjaan dilakukan tidak sesuai standar kualitas.
“Kami berharap pihak Dinas PUPR dan kontraktor segera memperbaiki jalan tersebut. Kami ingin jalan yang bagus dan tahan lama. Kami sebenarnya bersyukur di masa kepemimpinan Bupati Lampung Selatan, Bapak,Radityo Egi Pratama, pembangunan jalan bisa terealisasi. Tapi sangat disayangkan baru beberapa bulan sudah retak-retak,” ungkap salah satu warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak konsultan maupun pengawas lapangan dari Dinas PU, yakni Bayu, belum berhasil dikonfirmasi. Upaya wartawan menghubungi melalui sambungan telepon dan WhatsApp juga belum mendapatkan jawaban.
Wartawan masih menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak Dinas PUPR maupun kontraktor pelaksana proyek rabat beton tersebut.
(M. Dahlan)






